TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Manufaktur RI Diproyeksi Masih Ekspansif di Tengah Risiko Global

Nurdian Akhmad
2 November 2023 | 11:37
rubrik: Ekonomi
New Normal, Pacu Sektor Manufaktur dengan Industri 4.0

Jakarta, TopBusiness – Kinerja manufaktur Indonesia dinimai masih tetap terjaga di tengah peningkatan risiko global. Hal itu tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia Oktober 2023 yang berada pada level 51,5. Level ini menandakan ekspansi manufaktur berturut-turut selama 26 bulan terakhir.

“Di tengah gejolak global, aktivitas sektor manufaktur Indonesia masih konsisten ekspansif. Ekspansi manufaktur Indonesia, terutama ditopang oleh tingkat permintaan dan output produksi yang masih meningkat,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu dalam keterangannya, Kamis (2/11/2023).

Febrio mengakui bahwa kinerja manufaktur Indonesia menunjukkan perlambatan dalam dua bulan terakhir seiring dengan melambatnya pertumbuhan global. PMI manufaktur pada Agustus berada pada level 53,9 dan September 52,3.

Kendati melemah, PMI manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansi karena berada di atas 50,0. Sementara itu, banyak negara yang mencatatkan PMI manufaktur di zona kontraksi akibat perlambatan ekonomi global, seperti Tiongkok (49,5), Thailand (47,5), Vietnam (49,6), Malaysia (46,8), Australia (48,2), dan zona Eropa (43).

Disebutkan pula India sebagai salah satu perekonomian pada kelompok emerging economies (EMs) dan pasar potensial ekspor Indonesia masih di zona ekspansif (55,5).

Febrio optimistis kinerja manufaktur yang masih ekspansif menunjukkan resiliensi ekonomi Indonesia di tengah terkontraksinya manufaktur di banyak negara seiring dengan peningkatan risiko global.

“Meskipun sedikit melambat, sentimen dalam sektor manufaktur Indonesia secara keseluruhan masih positif. Capaian ini akan terus kami jaga melalui berbagai dukungan kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengantisipasi risiko global,” ujar Febrio.

S&P Global mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 melemah ke posisi 51,5 karena dipengaruhi oleh kinerja produksi.

BACA JUGA:   Menteri Tenaga Kerja Resmikan Vital Voice Festival

Sejalan dengan laporan S&P Global, kondisi manufaktur di Indonesia berdasarkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Oktober 2023 yang dirilis Kementerian Perindustrian juga menunjukkan perlambatan.

Walaupun masih masuk level ekspansi dengan capaian 50,70, kata dia, terjadi perlambatan dari angka 52,51 pada September 2023.

Tags: industri manufakturkinerja industriKinerja manufaktur
Previous Post

Market Share Meningkat, BSI Kantongi Laba Rp4,20 Triliun

Next Post

Laba Bersih Indofood Capai Rp7,07 Triliun hingga Kuartal III

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR