Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (6/11/2023) diestimasikan bergerak menguat.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, berjudul IHSG Berpotensi Menguat.
Bursa AS ditutup menguat pada Kamis (2/11). Dow Jones +1,70%, diikuti S&P 500 1,89% dan Nasdaq 1,78%. Pasar AS bergerak menguat setelah pelaku pasar yakin bahwa kenaikan suku bunga sudah berakhir. Yield UST 10Y turun 0,27bps (-5,44%) ke level 4,67%.
Pasar komoditas terpantau bergerak menguat. Minyak +2,08% ke level USD 82,6/bbl, batubara 0,29% di level USD 128/ton, nikel melemah 0,12% ke level USD 17.962 dan CPO menguat 2,61% di level MYR 3.780. Sedangkan harga emas terpantau +0,12% ke level USD 1.994/toz.
Bursa Asia pada Kamis (2/11) ditutup mayoritas menguat. Nikkei +1,10%, Hang Seng 0,75%, dan Shanghai -0,45%.
IHSG ditutup menguat 1,64% ke level 6.751.4 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 16,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 114,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing sebesar Rp 130,5 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBNI (Rp 77,2 miliar), ASII (Rp 41,3 miliar), dan UNTR (Rp 39,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 142,6 miliar), BBCA (Rp 76 miliar), dan BBRI (Rp 48,4 miliar). Top leading movers emiten BMRI, BBRI, GOTO, sementara top lagging movers emiten BREN, INDF, CARE.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,31% dan KOSPI 0,98%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
