Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di lantai PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi sideways.
Dalam website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, pada Rabu (8/11/2023) menjelaskan bahwa IHSG berpotensi sideways.
Bursa AS ditutup menguat pada Selasa (07/11). Dow Jones +0.17%, S&P 500 0,28% and Nasdaq 0,90%. Saham-saham teknologi menguat diiringi oleh pelemahan pada imbal hasil US Treasury jangka panjang dan harga minyak global, menandai penguatan beruntun terpanjang bagi S&P 500 dan Nasdaq sejak November 2021.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung melemah pada Selasa (07/11). Minyak -4,55% ke level USD 77,1/bbl, batubara +0,92% ke level USD 120,1/ton, nikel -2,54% ke level USD 17.967 dan CPO -0,88% di level MYR 3.719. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,49% ke level USD 1.975/toz.
Pasar Asia bergerak cenderung melemah pada Selasa (07/11). Nikkei -1,34%, Hang Seng 1,65%, Shanghai 0,04%, dan KOSPI 2,33%.
IHSG mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup di level 6.843,8 (-0,51%) dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 419,8 miliar.
Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 226,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 193,4 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh TLKM (Rp 86,6 miliar), BBNI (Rp 61 miliar), dan ASII (Rp 51 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 257,4 miliar), AMRT (Rp 24,4 miliar), dan MEDC (Rp 20,2 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BREN, AMRT, sementara top lagging movers emiten TLKM, BBCA, BMRI.
Pagi ini Nikkei menguat 0,63% dan KOSPI 0,85%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways hari ini, seiring dengan sentimen mixed dari pergerakan bursa global dan regional.” demikian hasil laporan.
