Jakarta, businessnews.id – Indonesia dipercaya PBB untuk melanjutkan peran strategis mendorong tercapainya kesepakatan Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda – NUA) sebagai komitmen negara-negara dunia untuk perumahan dan pembangunan perkotaan berkelanjutan yang akan ditetapkan dalam sidang Habitat III di Quito, Ecuador pada 17-20 Oktober 2016 dan akan menjadi acuan pembangunan perkotaan untuk 20 tahun mendatang.
Demikian dikatakan Danang Parikesit, Tim Konsolidasi Indonesia untuk Habitat III. Menurutnya, Indonesia yakni Surabaya akan menjadi tuan rumah pertemuan Komite Persiapan (PrepCom III) dari rangkaian Habitat III yang akan berlangsung pada 25-27 Juli 2016 yang akan dihadiri oleh 193 negara anggota PBB. Sebelumnya, PrepCom 1 digelar di New York (17-18 September 2014), dan PrepCom 2 di Nairobi, Kenya (14-16 April 2016).
Rina Agustin Indriani, Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR sekaligus sebagai Panitia penyelenggara PrepCom 3, bahwa Indonesia dan Surabaya untuk pertama kalinya dijadikan negara penyelenggara PrepCom Habitat III. Ttema yang akan diusung Indonesia adalah Transport dan Mobility yang semakin banyak tantanganya. “Penunjukkan kota Surabaya karena kota ini merupakan salah satu kota terbaik yang banyak mendapat penghargaan dan menjadi perhatian dunia,” ujar Rina.
Senantara itu Hayati Sari Hasibuan, Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan UI berpendapat, salah satu kunci utama pembangunan perkotaan yang berkelanjutan berasal dari mobilitas dan transfortasi berkelanjutan. Disisi lain, Sunardi M. Sinaga, Asisten Deputi Gubernur Bidang Transportasi DKI Jakarta mengatakan, bahwa mengubah cara masyarakat menggunakan jalan dan menawarkan pilihan transportasi publik yang menarik perlu diwujudkan. (red/ju)