Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (09/11/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Pada perdagangan semalam (8/11) bursa AS ditutup mixed. Dow Jones turun 0,12%, S&P 500 naik 0,10% dan Nasdaq +0,08%. Investor masih menanti rilis data inflasi dan data perekonomian mendatang yang memberikan sinyal bahwa adanya perlambatan ekonomi.
Dari pasar komoditas juga bergerak mixed. Minyak turun 0,94% ke level USD 75,33/bbl, emas -0,38% ke level USD 1.958/toz, nikel naik 0,48% ke level USD 18.053, batubara +2,0% ke level 122,50/ton, dan CPO 1,88% ke level MYR 3.719.
Bursa Asia pada perdagangan kemarin ditutup melemah. Nikkei -0,33%, Hangseng 0,58% dan Shanghai 0,16%.
IHSG ditutup turun 0,58% ke level 6.804,11 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell Rp 729 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 737,3 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 8,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh TLKM (Rp 188,2 miliar), BMRI (Rp 111,1 miliar), dan ASII (Rp 100,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan MEDC (Rp 19,5 miliar), FILM (Rp 16,6 miliar), dan AMRT (Rp 10,8 miliar). Top leading movers emiten CPIN, CUAN, BBCA, sementara top lagging movers emiten TLKM, ASII, MDKA.
Pagi ini bursa regional dibuka mixed. Nikkei naik 0,47%, Kospi 0,18%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways seiring mixed sentimen di bursa global dan regional,” demikian isi laporan.
