Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan.
Penelitian Harian Samuel, Selasa, 14 November 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan.
Bursa AS ditutup beragam pada Senin (13/11). Dow Jones +0,16%, S&P 500 -0,08% dan Nasdaq -0,22%. Bursa saham tampak tidak terpengaruh oleh keputusan Moody’s untuk menurunkan prospek utang pemerintah AS dari ‘stabil’ menjadi ‘negatif’.
Pasar komoditas ditutup beragam pada Senin (13/11). Minyak WTI +1,41% ke USD 78,26/bbl, batu bara -1,01% ke USD 122/ton, nikel +0,9% ke USD 17.397, penutupan CPO, dan emas +0,65% menjadi USD 1.950,2/toz.
Bursa Asia ditutup menguat pada Senin (13/11). Nikkei +0,05%, Hang Seng 1,3%, Shanghai 0,25%, dan sebaliknya KOSPI -0.24%.
IHSG menutup sesi di level 6.838,3 (+0,43%), dengan net sell asing sebesar Rp 108,3 miliar; net sell -Rp 114,2 miliar di pasar reguler, dan net buy Rp 5,9 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh GOTO (Rp 105,7 miliar), BBRI (Rp 97,4 miliar), dan ASII (Rp 58,2 miliar). Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh AMMN (Rp 75,6 miliar), BBCA (Rp 35,3 miliar), dan BMRI (Rp 31,5 miliar). Top Leading Mover adalah AMMN, GOTO, BYAN, sedangkan Top Lagging Mover adalah BBRI, ASII, TLKM.
Pasar regional pagi ini dibuka menguat, Nikkei naik 0,56% dan Kospi 1,03%. “Kami membayangkan IHSG akan menguat hari ini, mengingat sentimen positif dari pasar regional,” demikian tertulis.
