Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan menguat.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (15/11/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan.
Bursa AS ditutup mixed pada Senin (11/13). Dow Jones +0,16%, S&P 500 -0,08% dan Nasdaq -0,22%. Bursa saham tampak tidak terpengaruh oleh keputusan Moody’s untuk menurunkan outlook utang pemerintah AS dari ‘stabil’ menjadi ‘negatif’.
Pasar komoditas ditutup mixed pada Senin (11/13). Minyak WTI +1,41% ke USD 78,26/bbl, batu bara -1,01% ke USD 122/ton, nikel +0,9% ke USD 17.397, CPO tutup, dan emas +0,65% menjadi USD 1.950,2/toz.
Bursa Asia ditutup menguat pada Senin (11/13). Nikkei +0,05%, Hang Seng 1,3%, Shanghai 0,25%, dan sebaliknya KOSPI -0,24%.
IHSG menutup sesi di level 6.838,3 (+0,43%), dengan net sell asing sebesar Rp 108,3 miliar; net sell -Rp 114,2 miliar di pasar reguler, dan net buy Rp 5,9 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing terbesar di pasar reguler dicatatkan GOTO (Rp 105,7 miliar), BBRI (Rp 97,4 miliar), dan ASII (Rp 58,2 miliar). Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan AMMN (Rp 75,6 miliar), BBCA (Rp 35,3 miliar), dan BMRI (Rp 31,5 miliar). Top leading mover adalah AMMN, GOTO, BYAN, sedangkan top lagging mover adalah BBRI, ASII, TLKM.
Pasar regional pagi ini dibuka menguat. Nikkei naik 0,56% dan Kospi 1,03%. “Kami memperkirakan IHSG akan menguat hari ini, mengingat sentimen positif dari pasar regional,” demikian isi laporan.
