TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Beban Naik, Laba Tahun 2015 BEI Turun 69.69%

Nurdian Akhmad
28 June 2016 | 22:46
rubrik: Business Info

Jakarta-Thebusinessnews. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2015 mengalami penurunan laba bersih 69,69 % menjadi Rp118,78 miliar, sementara laba tahun 2014 sebesar Rp 244 miliar. Penurunan itu karena peningkatan beban usaha.

Menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio bahwa beban usaha BEI di 2015 mengalami kenaikan 14,63% menjadi Rp930,54 miliar dari Rp811,77 miliar di 2014. Kontribusi terbesar dari kenaikan komponen beban usaha adalah pada pos beban gaji dan tunjangan yang meningkat 19,07% menjadi Rp367,15 miliar dari Rp308,361 miliar, dan pos biaya tahunan OtoritasJasaKeuangan (OJK) yang meningkat 58,03% menjadi Rp145,52 miliar dari Rp 92,08 miliar. Kenaikan biaya tahunan OJK  karena pada 2014, BEI telah menyisihkan 10% atau dua pertiga dari 15% pendapatan usaha sebagai biayata hunan OJK, sedangkan di 2015, BEI mengeluarkan penuh 15% pendapatan usaha untuk biaya tahunan OJK.

Karena itu pihaknya, melakukan langkah penyesuaian tersebut bertujuan untuk memastikan laba usaha tetap positif sekalipun ada penurunan nilai transaksi, selain juga memangkas beban-beban biaya melalui penghematan anggaran. Langkah penyesuaian yang dilakukan oleh manajemen membuat BEI berhasil mencatatkan laba sebelum pos lain sebesar Rp125,28 miliar walaupun jumlah tersebut mengalami perubahan 67,33%. “Efisiensi yang dilakukan oleh manajemenjugamembuat BEI berhasil menutup tahun 2015 dengan pencapaian laba bersih tahun berjalan sebesar Rp118,78 miliar walau nilainya mengalami perubahan 69,69%.” Papar dia dalam siaran pers, Selasa(28/6/2016).

Ia melanjutkan, , pendapatan BEI di 2015 mengalami perubahan 11,67% menjadi Rp1,05 triliun dari sebelumnya Rp1,19 triliun di setahun sebelumnya. Trenpelemahan IHSG hingga 12% selama 2015 mempengaruhi penurunan terhadap pendapatan investasi BEI sebesar 82,59% menjadi Rp42,04 miliar dari Rp241,56 miliar di 2014.

Banyaknya aksi korporasi yang terjadi di sepanjang 2015 menyebabkan terjadinya lonjakan pendapatan dari jasa pencatatan sebesar 82,14% menjadi Rp150,14 miliar dibandingkan pada 2014 sebesar Rp82,58 miliar. Sehingga secara total, jumlah pendapatan usaha BEI di 2015 meningkat 5,35% menjadi Rp970,16 miliar dari Rp920,86 miliar di 2014.

BACA JUGA:   PUPR Lanjutkan Proyek Strategis Nasional Jaringan Irigasi Baliase

Minat perusahaan untuk menghimpun dana dari efek bersifat ekuitas di 2015 mencapai Rp58 triliun atau naik 16% dibandingkan setahun sebelumnya. Selama 2015 tercatatada 56 emiten baru dengan rincian 18 emiten melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dan 38 emiten menerbitkan obligasi baru. Adapun emisi baru obligasi pemerintahpada 2015 naik 10% menjadi Rp353 triliun, sementara emisi baru obligasi korporasinaik 33% menjadi Rp 63 triliun. (red)

Previous Post

Berita Foto : BEI Dorong Pertumbuhan Pasar Modal

Next Post

Permudah Berinvestasi, ADB Kucurkan US$500 Juta Kepada Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR