Jakarta, TopBusiness—Kepala Divisi Capital Markets JLL Indonesia, Jacintha Tabalujan Herzog, mengatakan bahwa tingkat hunian hotel di kota-kota besar di Indonesia terus meningkat dan menunjukkan tren kenaikan yang menghasilkan RevPar (pendapatan per kamar tersedia) hotel lebih baik, daripada sebelum masa pandemi.
“Dua transaksi penjualan hotel berbintang di Jakarta pada tahun 2023 dapat memberikan indikasi pemulihan industri perhotelan di Indonesia,” kata dia hari ini, dalam keterangan tertulis yang diterima Majalah TopBusiness.
“Sebagai tambahan, kinerja hotel di Bali dilaporkan membaik walaupun kedatangan kembali grup wisatawan dari negara Tiongkok belum terjadi,” Jacintha menjelaskan.
‘Hotel Investment Highlights Asia Pacific’ yang baru-baru ini dipublikasikan oleh Hotels and Hospitality Group JLL pun menjelaskan bahwa investasi hotel di Asia Pasifik diprediksi melambat sebesar 14% secara tahunan menjadi $10,1 miliar pada 2023 dibanding tahun sebelumnya. Hal itu akibat berbagai faktor eksternal.
Penurunan transaksi dan volume investasi ini disebabkan oleh tekanan kenaikan suku bunga, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi global.
Data dan analisis dari JLL menunjukkan bahwa sebagian besar metrik utama mengalami penurunan pada 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Oktober 2023, total volume investasi yang terlacak oleh JLL mencapai $5,9 miliar, turun secara signifikan dari $9,8 miliar pada periode yang sama tahun 2022.
