Jakarta, TopBusiness – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (kode saham: ROTI) sebagai produsen “Sari Roti” dan “Sari Kue”, sore tadi melangsungkan Public Expose 2023.
Direksi yang diwakili oleh Arlina Sofia dan Ida Apulia Simatupang, serta didampingi Head Investor & Public Relations, Hadi Susilo, telah langsung menyampaikan secara daring pemaparan kinerja dan prospek bisnis Perseroan.
Saat pemaparan, disebutkan Perseroan membukukan penjualan bersih dalam Sembilan bulan pertama di 2023 sebesar Rp2,83 triliun sedikit menurun 0,9% dari tahun lalu, namun masih 16,5% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2021.
Berawal dari kuartal I-2023 saat tantangan cuaca ekstrim mempengaruhi distribusi serta penjualan produk. Begitu pula dengan siklus konsumsi roti nasional yang menurun pada kuartal II-2023 saat bulan puasa yang sebagian besar jatuh di bulan April.
Hingga kemudian penjualan bersih meningkat signifikan di kuatal III-2023 dengan capaian Rp1,01 triliun atau pertumbuhan 15% secata QoQ.
Perseroan pun komitmen menjaga efisiensi biaya produksi maupun beban operasional yang efektif. Dalam paparan Marjin Laba Kotor terus meningkat dari 52,9% di awal tahun hingga mencapai 55,0% pada 3Q/2023.
Begitu pula dengan Marjin Laba Bersih yang cukup drastic meningkat dari 5,2% hingga lebih dua kali lipat mencapai 11,0% pada 3Q/2023. Hasilnya tercermin dalam Laporan Keuangan 9M/2023 Perseroan berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp230 miliar.
“Kami sadari, kinerja baik 3Q/2023 belum cukup untuk mengangkat Laba Bersih 9M/2023 melampaui capaian tahun lalu. Tetapi dengan hasil tersebut, kami semakin optimis untuk kembali mencanangkan pertumbuhan usaha di kemudian hari,” ujar Ida Apulia Simatupang, Direktur Perseroan di acara Public Expose Live 2023, Senin (27/11/2023).
Perseroan mengoperasikan 14 pabrik berlokasi strategis dengan total kapasitas 5,1 juta roti per hari. Kemudian pabrik di Pekanbaru yang akan menjadi pabrik ke-15 diharapkan segera dapat diselesaikan proses pembangunannya.
Hingga 9M/2023 Perseroan telah menggelontorkan Belanja Modal Rp107,7 miliar setara dengan 57,5% realisasi tahun 2022. “Kami percaya prospek usaha roti dan kue skala massal di Indonesia masih sangat besar. Adalah komitmen kami untuk mempersembahkan produk yang halal, berkualitas dan terjangkau bagi seluruh keluarga Indonesia,” tutup Ibu Arlina Sofia, Direktur Perseroran.
