Jakarta, TopBusiness – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (IDX : WIFI) atau Surge konsisten menggarap bisnis konektivitas di tahun 2024 nanti. Namun begitu, bisnis konektivitas yang akan dikembangkan perseroan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Ke depan, Perseroan akan terus berfokus pada pengembangan bisnis infrastruktur konektivitas melalui peningkatan penetrasi layanan konektivitas dan optimisasi Java Backbone,” tutur Direktur Utama Surge, Yune Marketatmo dalam public expose live 2023, Selasa (28/11/2023).
Selain itu di tahun depan, kata dia, Perseroan juga akan meningkatkan kerjasama dengan berbagai mitra teknologi terkemuka untuk mengembangkan ekosistem digital yang bernilai tambah tinggi.
Hal ini untuk memposisikan diri sebagai Neutral Carrier Provider, Perseroan terus menjalin berbagai kolaborasi dengan berbagai pelaku di indutri telekomunikasi baik lokal maupun global dalam memberikan layanan terbaik bagi para stakeholder industri telekomunikasi.
“Kami senantiasa berpegang teguh pada visi misi kami yaitu menghadirkan konektivitas yang handal dan terjangkau bagi seluruh masyarkat sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka melalui digitalisasi,” jelas Yune.
“Dengan terus mengembangkan infrastruktur konektivitas, kami yakin dapat menjawab tantangan bisnis dan mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi pada jangka panjang Kami juga berkomitmen untuk terus berinovasi, menjaga kualitas layanan, dan berkontribusi positif dalam industri, serta memperluas jangkauan kolaborasi demi pertumbuhan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Direktur Solusi Sinergi Digital, Gilman P. Nugraha mengatakan, dalam hal ini, WIFI akan terus mengembangkan serat optik terutama untuk jalur di sekitar rel kereta milik PT KAI dan juga jalur di sekitar ruas tol pada 2024 nanti.
“Untuk tahun 2024 sendiri memang kita sudah ada menargetkan pengembangan serat optik terutama untuk jalur kereta lainnya dan juga di jalur jalan tol, memang minimal kita akan menambah sekitar 2.500-3.000 kilometer,” ungkap Gilman.
Lebih jauh disebutkan Gilman, terkait kinerja keuangan, sepanjang triwulan III Tahun 2023, Pendapatan bersih bertumbuh sebesar 24.12% dari Rp304,59 miliar pada triwulan III-tahun 2022 menjadi Rp378,08 miliar pada triwulan III-tahun 2023.
Selain itu, laba bersih perseroan tercatat meningkat secara signifikan sebesar 73.07% dari sebelumnya Rp13,70 miliar pada triwulan III-2022 menjadi sebesar Rp23,72 miliar pada triwulan III-2023.
Total aset yang meningkat 8,68% secara Year To Date dari Rp1,40 triliun pada akhir tahun 2022 menjadi Rp1,52 triliun pada triwulan III tahun 2023. Peningkatan juga diikuti oleh meningkatnya ekuitas perusahaan, yang meningkat sebesar 3,92% secara Year To Date dari Rp612,72 miliar pada akhir tahun 2022 menjadi Rp636,74 miliar pada triwulan III-2023.
Adapun kinerja seluruh segmen bisnis mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya ke triwulan III-2023. Sektor bisnis periklanan berkontribusi pada Triwulan III 2023 tumbuh sebesar 92.98% dibandingkan pendapatan triwulan sebelumnya dan berkontribusi sebesar 66.85% dari total pendapatan Perseroan. Sektor Telekomunikasi pada triwulan III 2023 tumbuh sebesar 59.63% dibandingkan pendapatan triwulan sebelumnya dan berkontribusi sebesar 18.34% dari total pendapatan Perseroan.
Sedangkan Sektor Produk Digital tumbuh sebesar 21.57% dibandingkan pendapatan triwulan sebelumnya dan berkontribusi pada Triwulan III 2023 sebesar 14.83% dari total pendapatan perseroan. Pertumbuhan ini tidak lepas dari strategi bisnis perusahan yang terarah.
