Jakarta, TopBusiness—Tim riset NH Korindo Sekuritas Indonesia, pada pagi ini merekomendasikan sejumlah saham untuk trading di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Dalam riset harian yang dipublikasikan pagi ini, tim tersebut merekomendasikan saham TKIM, INKP, PGEO, BRPT, dan INCO.
Rekomendasi ‘speculative buy’, diberikan kepada lima saham tersebut.
Berikut ini, adalah acuan entry level, average up (menambah beli untuk saham yang telah dipunyai dengan harga lebih rendah), target, dan stoploss (jual rugi untuk menghindari kerugian lebih lanjut).
TKIM:
Entry Level 7.200; Average Up, Lebih dari 7.400; Target 7.725-7.750 / 8.000 / 8.325 / .8700; Stoploss: 6.950.
INKP:
Entry Level 8.450; Average Up, Lebih dari 8.500-8.525; Target 9.000 / 9.500 / 9.900-10.000; Stoploss 8.200.
PGEO:
Entry Level 1.015-1.000; Average Up, Lebih dari 1.055; Target: 1.150 / 1.200-1.220; Stoploss 990.
BRPT:
Entry Level 1.010-1.000; Average Up, Lebih dari 1.025; Target 1.070-1.100 / 1.160-1.200 / 1.280; Stoploss 935.
INCO:
Entry Level 4.360; Average Up, Lebih dari 4.580; Target 4.690-4.700 / 5.000 / 5.150; Stoploss 4.340.
Kemudian, Tim Riset NH Korindo Sekuritas Indonesia pun memberikan analisis untuk IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Closing IHSG kemarin merupakan yang paling bagus sejak Desember 2022, sedikit lagi hampir menembus level resistance kunci 7.050 yang akan memuluskan jalan IHSG menuju target akhir tahun 7.130-7150.
Secara teknikal, sikap nervous di area resistance ini terbilang wajar terutama terjadi pada pekan yang sarat dengan data ekonomi yang sangat menentukan arah capital market ke depan. “Oleh karena itu, best advise yang bisa diberikan oleh kami, adalah untuk lebih pertahankan sikap ‘wait and see’ sambil perhatikan animo pasar,” demikianlah rekomendasi dari tim riset tersebut.
Disarankan untuk melakukan ‘average up’ jika telah terjadi tanda-tanda bullish yang lebih mantap.
Berdasarkan data Foreign Net Buy, tampaknya minat belanja asing pada saham-saham Indonesia telah meningkat signifikan sejak pekan lalu, membuat posisi beli bersih mereka saat ini berada sebesar Rp2,98 triliun untuk year to date/YTD.
