Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (30/11/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Pada perdagangan semalam (29/11) bursa AS ditutup mayoritas melemah. Dow Jones +0,04%, S&P 500 -0,09% dan Nasdaq 0,16%. Meski pasar cenderung flat, ketiga indeks utama tersebut masih berpotensi membukukan kenaikan bulanan terbesarnya di 2023 pada bulan November ini.
Dari pasar komoditas ditutup mayoritas menguat. Minyak +1,90% ke level USD 77,86/bbl, emas 0,33% ke level USD 2.067/toz, nikel 2,58% ke level USD 17.234, batubara 0,31% ke level USD 127.85/ton, sedangkan CPO -0,77% ke level MYR 3.866.
Pada perdagangan kemarin, bursa regional ditutup melemah. Nikkei -0,59%, Hangseng 2,08% dan Shanghai 0,56%.
IHSG juga ditutup melemah 0,07% ke level 7.036,09 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 49,29 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 49,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 0,502 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak MDKA (Rp 52,2 miliar), AMMN (Rp 49,1 miliar), dan BMRI (Rp 46,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 89,8 miliar), BBNI (Rp 41,9 miliar), dan TLKM (Rp 39,9 miliar). Top leading movers emiten GOTO, CUAN, MDKA, sementara top lagging movers emiten TLKM, BBRI, BREN.
Pagi ini bursa regional dibuka melemah. Nikkei -0,18%, dan Kospi 0,11%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini seiring sentimen bursa global dan regional,” demikian hasil riset.
