Jakarta, TopBusiness – PT Dharma Polimetal Tbk (IDX: DRMA) memperluas portofolio komponen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melalui pembentukan usaha patungan dengan Minth Group, perusahaan manufaktur komponen otomotif global.
Kedua perusahaan membentuk joint venture bernama PT Dharma Minth Indonesia yang akan fokus memproduksi komponen EV untuk memasok kebutuhan berbagai merek otomotif di pasar global.
Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan, pembentukan usaha patungan tersebut merupakan langkah DRMA untuk menangkap pertumbuhan pasar komponen kendaraan listrik yang terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan EV.
“Seiring tren penggunaan kendaraan listrik yang makin berkembang, kita melihat bahwa pasar komponen kendaraan jenis ini juga terus membesar. Untuk menangkap peluang pasar yang makin besar itulah DRMA menggandeng Minth Group sebagai mitra strategis dengan membentuk usaha patungan,” kata Irianto dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Melalui Dharma Minth Indonesia, DRMA akan menambah portofolio produk yang selama ini belum diproduksi oleh Dharma Group. Produk yang akan menjadi fokus usaha patungan tersebut antara lain Battery Housing, Body & Chassis Structure with Aluminum Extrusion, serta Plastic Component Design.
Menurut Irianto, kemitraan dengan Minth Group juga membuka peluang bagi DRMA untuk memperluas basis pelanggan. Minth Group diketahui telah menjadi mitra bagi lebih dari 80 merek ternama di industri komponen otomotif global.
“Harapan kami, kemitraan strategis ini juga akan membuka peluang bagi DRMA untuk melakukan penetrasi kepada pelanggan baru,” ujarnya.
Dharma Minth Indonesia akan memanfaatkan fasilitas produksi yang telah dimiliki Dharma Group. Pabrik perusahaan patungan tersebut berlokasi di MM2100 Industrial Town, Cibitung, dan direncanakan mulai beroperasi pada kuartal II 2027.
Nilai investasi awal usaha patungan ini mencapai Rp45 miliar. Dalam struktur kepemilikan saham, Minth Group menguasai 51%, sedangkan Dharma Group memiliki 49%.
Irianto optimistis kerja sama tersebut tidak hanya memperluas portofolio produk DRMA, tetapi juga memberikan manfaat strategis bagi pengembangan bisnis perusahaan.
“Kami optimis, setidaknya kerja sama ini akan memberikan dua manfaat positif bagi Dharma Group, yaitu transfer teknologi dan terbentuknya mesin pertumbuhan pendapatan yang baru,” tutup Irianto.
