Jakarta, TopBusiness – Sepanjang 2023, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC gencar menggandeng mitra strategis. Kerja sama dengan mitra-mitra tersebut dilakukan perseroan merupakan langkah strategis BNC untuk bersama-sama meningkatkan ketersediaan akses akan layanan keuangan yang cepat dan mudah untuk semua kalangan.
Sepanjang tahun lalu, BNC tercatat secara aktif menjalin kerja sama dengan berbagai mitra seperti Luna POS, UangMe, Clemont Finance Indonesia, Esta Dana Ventura, 360Kredi, Gadai Mas Jatim, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, dan Koperasi Karyawan Industri PT Kahatex.
Pejabat Sementara (Pjs) Bank Neo Commerce (BBYB) Aditya Windarwo menjelaskan, sejak transformasinya menjadi bank dengan layanan digital, BNC menaruh perhatian yang besar untuk menjalin kerja sama strategis dengan beragam mitra.
“BNC merupakan bank dengan layanan digital yang menganut open ecosystem yang memungkinkan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan perekonomian di Indonesia dengan menggandeng berbagai pihak yang memiliki kesamaan tujuan,” ungkapnya dalam keterangan pers, Kamis (4/1/2024).
Aditya mengatakan, bekerja sama dengan berbagai mitra strategis memberikan banyak manfaat bagi BNC dengan mendapatkan banyak insight dan use case. Hal ini merupakan kunci dari pertumbuhan eksponensial BNC.
“Melalui insight dan use case yang kami dapatkan, BNC semakin memahami preferensi masyarakat dan membantu kami untuk dapat mengembangkan layanan yang lebih baik lagi di masa depan untuk nasabah kami,” tambah Aditya.
Menurut Aditya, dalam upayanya mendorong laju pertumbuhan ekonomi, BNC bekerja sama dengan 360Kredi, sebuah perusahaan P2P lending yang menyediakan fasilitas pinjaman tanpa agunan, untuk menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat menengah ke bawah, dengan total nilai dukungan sebesar Rp50 miliar.
“Kerja sama ini telah terjalin dengan baik sejak 2022 dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan akses pada pinjaman yang berkualitas,” papar Aditya.
Selain itu, lanjutnya, BNC juga menyalurkan modal kerja kepada Gadai Mas Jatim dengan senilai total Rp50 miliar. Gadai Mas Jatim merupakan perusahaan yang melaksanakan kegiatan usaha pegadaian yang diselenggarakan secara konvensional, dengan kegiatan usaha meliputi penyaluran uang pinjaman dengan jaminan berdasarkan hukum gadai, pelayanan jasa titipan barang berharga (emas), dan pelayanan jasa taksiran yang memberikan pendapatan berdasarkan komisi.
Tidak hanya itu, Aditya menjelaskan, penyaluran modal kerja juga diberikan kepada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia dan Koperasi Karyawan Industri PT Kahatex untuk modal kerja yang akan disalurkan ke para anggota koperasi yang bisa digunakan untuk konsumtif multiguna atau modal kerja dengan penyaluran ke kedua koperasi tersebut sebesar total Rp120 miliar.
