TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Secara Garis Besar, Indeks masih Rawan

Agus Haryanto
10 January 2024 | 05:41
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia diproyeksikan secara garis besar masih rawan.

Melalui mncsekuritas.id, terlihat bahwa indeks komposit Jakarta ini, riset memperlihatkan MNCS Daily Scope Wave 10 Januari 2024. IHSG terkoreksi 1,14% ke 7.200 dan masih didominasi oleh volume penjualan, koreksi dari IHSG pun telah break dari MA20-nya dan kembali lagi telah mengenai target koreksi yang kami berikan. Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [iii], sehingga secara garis besar IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji 7.021 hingga 7.111. Namun, dalam jangka pendek IHSG berpeluang menguat untuk menguji ke 7.235 hingga 7.289.
Support: 7.173, 7.045
Resistance: 7.323, 7.403

Berikut beberapa saham yang bisa dijadikan perhatian.

ADMR – Buy on Weakness
ADMR terkoreksi 3,38% ke Rp 1.285 disertai oleh adanya peningkatan volume penjualan, namun koreksi ADMR masih tertahan oleh MA60. Saat ini, kami memperkirakan posisi ADMR sedang berada di akhir wave ii dari wave (c) dari wave [iii]. Hal tersebut berarti, koreksi ADMR sudah cenderung terbatas dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: Rp 1.200-1.260
Target Price: Rp 1.425, Rp 1.560
Stoploss: below Rp 1.120

ESSA – Buy on Weakness
ESSA terkoreksi 1,74% ke Rp 565 disertai dengan munculnya volume penjualan. Kami memperkirakan, saat ini posisi ESSA sedang berada pada bagian dari wave ii dari wave (iii), sehingga koreksi ESSA dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: Rp 530-555
Target Price: Rp 595, Rp 665
Stoploss: below Rp 510

KLBF – Spec Buy
KLBF bergerak flat di Rp 1.590 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas Rp 1.555 sebagai stoplossnya, maka posisi KLBF saat ini sudah berada di akhir wave [ii] dari wave A dan berpeluang menguat membentuk wave [iii].
Spec Buy: Rp 1.575-1.585
Target Price: Rp 1.670, Rp 1.740
Stoploss: below Rp 1.555

BACA JUGA:   Jelang Libur Panjang, Indeks Terbuka Plus

TKIM – Buy on Weakness
TKIM terkoreksi 2,8% ke Rp 6.950 disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan, koreksi TKIM pun menembus dari MA20. Selama masih mampu bergerak di atas Rp 6.500 sebagai stoplossnya, maka posisi TKIM diperkirakan sedang berada di akhir wave [b] dari wave B.
Buy on Weakness: Rp 6.675-6.925
Target Price: Rp 7.350, Rp 8.000
Stoploss: below Rp 6.500 per unit saham.

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Hutama Karya Komit Rampungkan Proyek MRT Rute Mangga Besar – Glodok – Kota Tepat Waktu

Next Post

Produksi Minyak Saat Nataru Lampaui Target

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR