Jakarta, TopBusiness – Pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun 0.1%, walaupun masih disertai dengan net buy asing Rp675 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, FILM, ASII dan AMMN.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi mencoba menguji support di 7200, setelah data inflasi US bulan Desember mengalami kenaikan di luar proyeksi.
“Sehingga untuk IHSG hari ini, level resistance akan berada di kisaran 7280-7300 dan level support-nya berada di rentang 7150-7200,” katanya, Jumat (12/1/2024).
Wall Street Stagnan. Untuk bursa saham AS, Wall Street kembali ditutup stagnan pada perdagangan Kamis (11/1), setelah dirilisnya data inflasi AS periode Desember 2023 yang kembali mengalami kenaikan.
Dow Jones ditutup menguat tipis 0,04%, S&P 500 melemah 0,07%, dan Nasdaq flat 0,00%. CPI AS pada akhir 2023 naik menjadi 3,4% secara tahunan YoY, dari sebelumnya sebesar 3,1% pada November 2023.
Sedangkan MoM, CPI AS pada Desember 2023 juga naik menjadi 0,3%, dari sebelumnya sebesar 0,1% pada November 2023.
Di lain sisi, investor bersiap menjelang perilisan kinerja keuangan emiten AS pada tahun 2023. Pada Jumat waktu AS, beberapa raksasa bank AS akan merilis kinerja keuangannya seperti JPMorgan Chase dan Bank of Amerika.
Bursa Asia Kompak Menguat. Pasar keuangan terlihat bersemangat dan meninggalkan sikap ‘wait and see’ jelang rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pagi waktu Amerika.
Indeks saham dan mata uang di Asia kompak menguat pada perdagangan kemarin. Nikkei melonjak 1,77%, Hang Seng menguat 1,27%, Shanghai naik 0,31%, dan S&P/ASX 200 juga menguat 0,50%.
Sementara dari pasar pendapatan tetap, tingkat imbal hasil surat utang RI, INDOGB terlihat bergerak bervariasi dengan yield acuan 10 tahun naik tipis 0,1 basis poin ke kisaran 6,7%. Selain itu, tenor 5 tahun yield-nya turun 2,6 basis poin ke kisaran 6,53%.
Pelaku pasar terlihat optimistis bahwa penurunan bunga The Fed tahun ini akan terjadi sesuai prediksi yakni mulai Maret nanti.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Jumat (12/1):
1. BBCA: Buy on Weakness
Area beli di 9500, cutloss jika break di bawah 9400. Jika tidak break di bawah 9400, potensi naik dengan area jual di 9650-9750 short term.
2. ASII: Buy on Weakness
Area beli di 5500, cutloss jika break di bawah 5400. Jika tidak break di bawah 5400, potensi naik dengan area jual di 5625-5700 short term.
3. MDKA: Spec Buy
Area beli di 2430, cutloss jika break di bawah 2400. Jika tidak break di bawah 2430, potensi naik dengan area jual di 2500-2550 short term.
4. AKRA: Spec Buy
Area beli di 1540, cutloss jika break di bawah 1520. Jika tidak break di bawah 1540, potensi naik dengan area jual di 1560-1580 short term.
5. BFIN: Spec Buy
Area beli di 1160, cutloss jika break di bawah 1130. Jika tidak break di bawah 1130, potensi naik dengan area jual di 1200-1210 short term.
6. BBYB: Spec Buy
Area beli di 454, cutloss jika break di bawah 450. Jika tidak break di bawah 450, potensi naik dengan area jual di 474-486 short term.
