Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup naik 0.26% kemarin, disertai dengan net buy asing ~346 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, TLKM, dan MAPI.
Dan untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, hari ini IHSG berpotensi sideways di 7220-7270. “Dengan level resistance di kisaran 7270-7290 dan support di rentang 7200-7220,” ungkap dia, Rabu (17/1/2024).
Wall Street Tertekan. Tiga indeks acuan di bursa AS kompak anjlok pada Selasa (16/1) terimbas pelemahan saham sektor perbankan setelah JP Morgan dan Goldman Sachs merilis laporan keuangannya dan merosotnya harga saham Apple turun. Serta sikap pelaku pasar yang masih wait and see pidato sejumlah pejabat The Fed dan rilis data ekonomi.
Dow Jones tercatat turun 0,62%. Kemudian diikuti, S&P 500 susut 0,37%, sementara Nasdaq jatuh 0,19%.
Berbagai pidato dari pejabat the Fed akan memberikan gambaran bagaimana kebijakan yang kemungkinan besar akan diambil pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada akhir bulan ini.
FOMC kali ini menjadi yang pertama di 2024 dengan kondisi inflasi kembali memanas pada akhir tahun lalu dan pasar tenaga kerja yang masih ketat akibat pencatatan jumlah pekerjaan di luar pertanian tidak terduga naik ke 216.000 pekerjaan.
Saham Apple yang anjlok 2,3% tersebut setelah menawarkan diskon iPhone di Tiongkok.
Bursa Asia Mayoritas Melemah. Bursa saham Asia Pasifik juga melemah pada perdagangan Selasa (16/1).
Bahkan bursa saham Jepang tergelincir dari posisi rekor sejak awal tahun. Indeks Nikkei turun 0,79% setelah indeks harga barang korporasi di Jepang mendatar dibandingkan tahun lalu.
CGPI juga naik 0,3% pada Desember dibandingkan prediksi tetap mendatar. Indeks Topix juga merosot 0,82%.
Di Australia, indeks ASX 200 dan juga Kospi, Korea Selatan melemah lebih 1%. Indeks Hang Seng tergelincir 2,2%, sementara Shanghai naik 0,3%.
Bursa saham Wall Street tutup pada Senin, (15/1) untuk memperingati hari libur Martin Luther King. Investor menantikan data penjualan ritel AS pada Desember yang akan dirilis Rabu pekan ini (waktu setempat) dapat memicu ketakutan resesi dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi jika belanja konsumen menunjukkan tanda-tanda melambat.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Rabu (17/1):
1. BBNI: Spec Buy
Beli di 5575, cutloss jika break di bawah 5525. Jika tidak break di bawah 5575, potensi naik dengan area jual di 5650- 5725 short term.
2. TLKM: Spec Buy
Beli di 4000, cutloss jika break di bawah 3970. Jika tidak break di bawah 3970, potensi naik dengan area jual di 4050- 4070 short term.
3. ADMR: Spec Buy
Beli di 1300, cutloss jika break di bawah 1260. Jika tidak break di bawah 1300, potensi naik dengan area jual di 1350- 1375 short term.
4. BBYB: Buy on Weakness
Beli di 350, cutloss jika break di bawah 330. Jika tidak break di bawah 330, potensi naik dengan area jual di 370- 390 short term.
5. JSMR: Spec Buy
Beli di 4680, cutloss jika break di bawah 4500. Jika tidak break di bawah 4680, potensi naik dengan area jual di 4800- 4900 short term.
6. LPPF: Spec Buy
Beli di 2120, cutloss jika break di bawah 2060. Jika tidak break di bawah 2120, potensi naik dengan area jual di 2220- 2300 short term.
