Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (02/01/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup mixed pada Selasa (23/01), Dow Jones -0,25%, S&P 500 +0,29% and Nasdaq +0,43%. Dow Jones ditutup lebih rendah, mengakhiri kenaikan tiga hari berturut-turut, didorong oleh sentimen negatif dari rilis laporan keuangan yang lemah.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed pada Selasa (23/01). Minyak -1,09% ke level USD 74,7/bbl, batubara -0,56% ke level USD 123,25/ton, nikel +1,68% ke level USD 16.292, CPO -0,49% di level MYR 3.897, dan harga emas +0,18% ke level USD 2.045,20/toz.
Pasar Asia bergerak mixed pada Selasa (23/01). Nikkei -0,08%, Hang Seng +2,63%, Shanghai +0,53%, dan KOSPI +0,58%.
IHSG mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup di level 7.256,2 (+0,11%) dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 604,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 633,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 29,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 112,0 miliar), AMMN (Rp 53,7 miliar), dan BRIS (Rp 25,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ASII (Rp 338,4 miliar), BBRI (Rp 148,2 miliar), dan BBNI (Rp 85,4 miliar).
Pagi ini NIKKEI dibuka -0,17% dan KOSPI -0,10%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi turun hari ini, seiring dengan sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan regional,” demikian hasil riset.
