Jakarta, TopBusiness – PT BPR Jatim (Perseroda) – Bank UMKM Jawa Timur memiliki kontribusi non-finansial di berbagai program yang tertata dengan apik, sekaligus memberikan efek positif baik internal maupun masyarakat, terkhusus nasabah.
“Saya pikir capaiannya di belakang, terakhir barangkali untuk yang non finansial. Finansial sudah kelihatan ada kenaikan dividen, dan kita konsisten dengan itu,” kata Direktur Utama Yudhi Wahyu, dalam sesi pemaparan materi presentasi berjudul “STRONG NOW AND FOREVER: Optimalisasi Peran BUMD Secara Good Corporate Governance dan Pelayanan Kepada Masyarakat Jawa Timur”, yang berlangsung secara dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (24/01/2024).
Di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2024, Yudhi menjelaskan salah satu program pengentasan kemiskinan atau Prokesra. Bagi dirinya program ini sangat menonjol, lantaran kredit bermasalah terkelola dengan baik. “Prokesra yang menjadi andalan kita di 2023. Prokesra bunga 3 persen, 12.763 debitur dan NPL Alhamdulillah masih nol koma,” ujarnya.
Adapun kontribusi Bank UMKM Jatim melalui Prokesra ini dapat dilihat dari peningkatan pendapatan pelaku usaha ultra mikro. Per Desember 2023, program ini telah diminati oleh 12.763 debitur dengan plafon Rp 375,6 miliar.
Selain, Prokesra ada kontribusi Bank UMKM Jatim. Seperti, program air dan sanitasi. Kontribusi bank melalui program kesehatan air dan sanitasi telah diminati oleh 126 debitur dengan plafon Rp 39 miliar.
Lalu penyerapan tenaga kerja. Dari sisi internal, yaitu dengan dibukanya beberapa kantor kas untuk menunjang ekspansi bank. Sementara dari sisi eksternal seperti nasabah yaitu seiring peningkatan pendapatan UMKM maka akan merekrut pegawai. Dengan asumsi satu nasabah mempekerjakan 4 orang pegawai, maka 52.670 nasabah akan mempekerjakan 210.680 tenaga kerja.
Tak terkecuali, Bank UMKM Jatim mempunyai program literasi keuangan. Ini terlihat bahwa semakin tingginya pengetahuan tentang produk keuangan mulai dari taman kanak-kanak hingga mahasiswa. Juga, dengan pelaku UMKM.
Tak ketinggalan, perseroda pun mengedepankan program CSR. Kontribusi bank melalaui program CSR tahun 2023 sebesar Rp 600 juta yang dialokasikan untuk sektor pendidikan, kesehatan, olahraga/budaya dan sosial lingkungan.
Terakhir, program intermediasi produk. Dalam hal ini kontribusi bank melalui program intermediasi produk didapat dari mencocokkan kebutuhan daerah A dengan produksi nasabah dari produk lain agar sesuai dan match.
Yudhi menyinggung terkait akan rencana perubahan visi perseroda. Ini berhubungan dengan lebih memfokuskan diri pada segmen UMKM dan tentunya perkembangan di Jawa Timur.
“visinya sudah mulai kita eksplore, kelihatannya harus kita ubah. Tahun ini kurang lebihnya lagi proses, bagaimana fokusnya ke UMKM, profitable. Nanti juga ada target-target tertentu yang visinya akan kita sesuaikan dengan perkembangan UMKM di Jawa Timur,” kata dia.
Saat ini visi Bank UMKM Jatim adalah menjadi bank yang sehat dan berkembang secara wajar, didukung oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi serta fokus di UMKMK.
Perseroda memiliki misi yakni Bank BPR Jatim – Bank UMKM Jawa Timur ikut berperan dalam pertumbuhan perekonomian Jawa Timur melalui pengembangan UMKMK utamanya sektor peertanian dan sektor perekonomian lainnya, serta meningkatkan layanan berbasis digital.
