Jakarta-Thebusinessnews. PT Mandiri Managemen Investasi mencatatkan dana kelolaan atau aset under management (AUM ) sebanyak Rp34 triliun hingga Juni 2016.Sementara target AUM hingga akhir 2016 mencapai Rp 40 triliun
Direktur Utama PT Mandiri Managemen Investasi Muhammad Hanif mengatakan, dana kelolaan tersebar ke berbagai produk, yakni reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan reksadana penyertaaan terbatas
“Misalnya Dana kelolaan ada di reksadana Rp2,4 triliun, sisanya Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), ” ujar dia di Jakarta, Selasa (26/7/2016).
Selain itu, Mandiri Manajemen Inevestasi (MMI) menggandeng JP Morgan Asset Management, untuk mengelola produk reksa dana syariah global.”Produk ini tidak bisa ditawarkan untuk dana repatriasi, karena dana repatriasi itu harus dikelola di dalam negeri, ” katanya.
Sementara untuk menampung dana Repatriasi, Hanif mengatakan, momentum yang tepat untuk menawarkan produk RDPT “Mandiri investasi dari sisi produk existing sudah ada, yang lainnya punya RDPT bukan untuk repatriasi kita sudah siapin karena momentum pas kita tawarkan juga,” ujarnya.
Hanif menjelaskan, sebelumnya dilakukan kajian terkait tujuan wajib pajak melakukan repatriasi. Sehingga, bisa menyesuaikan dengan produk yang akan ditawarkan.
“Yang kita cari tau wajib pajak lakukan repatriasi tujuannya apa sih? Tujuannya mereka sesuai dengan karateristik mereka, kebanyakan akan konservatif tawarkan yang cocok seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana obligasi yang low rate,” katanya.
Sementara, lanjut dia, produk yang sudah siap yakni RDPT sekitat Rp400 miliar-Rp500 miliar. Digunakan untuk underlying proyek energi terbarukan.
“Satu yang sudah siap banget Rp400 miliar-Rp500m underlyingnya energi terbarukan yang menurut kita risikonya terukur. Bisnisnya jangka panjang,” pungkasnya.(az)