Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpeluang melemah di akhir pekan.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (26/01/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup menguat pada Kamis (25/1). Dow +0,64%, S&P500 0,53%, dan Nasdaq 0,18%. Pasar AS Mangat seiring dengan perilisan data GDP (3,3%, cons: 2,0%) yang di atas ekspektasi yang menandakan adanya pertumbuhan ekonomi.
Pasar komoditas terpantau bergerak melemah. Minyak menguat 2,16% ke level USD 77,1/bbl, batubara melemah 0,31% di level USD 127/ton, nikel +2,93% ke level USD 16.770/ton dan CPO -1,18% ke level MYR 3.945. Sedangkan harga emas terpantau menguat 0,20% ke level USD 2.039/toz.
Bursa Asia pada Kamis (25/1) ditutup mayoritas menguat. Nikkei 0,03%, Hang Seng 1,96%, dan Shanghai 3,03%.
IHSG ditutup -0,69% ke level 7.178,0 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 49,0 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 50,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 73,7 miliar), TLKM (Rp 73,7 miliar), dan BBNI (Rp 35,8 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 111,7 miliar), ASII (Rp 70,6 miliar), dan MDKA (Rp 33,9 miliar). Top leading movers emiten DSSA, UNTR, TPIA, sementara top lagging movers emiten SMMA, BBRI, BMRI.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,82% dan KOSPI (0,48). “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian hasil riset.
