
Jakarta, businessnews.id — PT Siantar Top, Tbk., melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Siantar Top dengan menargetkan dana yang akan terhimpun sebesar Rp 1 triliun.
Pada tahap pertama, Siantar Top akan menerbitkan dan menawarkan obligasi sebesar Rp 250 miliar yang merupakan bagian penawaran umum berkelanjutan. “Dana itu akan menjadi bagian dari capital expanditure kami di tahun 2014 sebesar Rp 400 miliar. Sedangkan sisanya dari perbankan nasional,” ujar Direktur Utama Siantar Top, Pitoyo, di Jakarta hari ini.
Obligasi ini telah memperoleh peringkat A (single A) dari PT Pefindo.
Kata dia, Obligasi Seri A punya tingkat bunga 9,9 persen hingga 11,1 persen per tahun; berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi.
Untuk Obligasi Seri B punya tingkat bunga 10,80 persen hingga 12 persen per tahun. Dengan jangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi.
Siantar Top, kata Pitoyo, merencanakan menggunakan dana hasil tahap pertama tersebut untuk pengembangan industri makanan-minuman beserta sarana pendukungnya. Itu setelah dikurangi biaya-biaya emisi. “Tujuannya untuk diversifikasi produk dan peningkatan produksi selama-lamanya dua tahun.”
Masa penawaran awal book building obligasi ini akan dilakukan pada tanggal 5 Maret sampai 18 maret 2014, dan diharapkan mendapat ijin efektif dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tanggal 26 Maret 2014. Lantas, listing di pasar modal pada tanggal 4 April 2014.
Masuk ke Industri Kopi
Pitoyo pun menambahkan, pihaknya yang dikenal sebagai produsen makanan kecil seperti biskuit, tahun ini mulai masuk industri kopi.
“Kalau melihat gaya hidup sekarang kan arah ke kopi dan dengan semakin meningkatnya kelas menengah di Indonesia,“ kata dia.
Guna berinvestasi di industri kopi, Siantar Top menggelontorkan dana sebesar Rp 300 miliar, dana tersebut berasal dari capex 2014, dan produksi akan dimulai pada tahun 2014. “Kita main di front kopi, dengan memasuki industri hulu kopi.”
Di samping itu, Siantar Top juga tergoda dengan keuntungan sektor properti melalui anak usahanya PT Genta persada Jaya. Itu dengan memulai terjun ke bisnis properti di wilayah Surabaya, kata Pitoyo.
Lebih lanjut Pitoyo mengatakan, pihaknya selama tiga tahun belakangan mendapatkan penghasilan dari penjualan ke luar negeri hanya 1,60 persen dari total pendapatan. Untuk itu, tahun 2014, pihaknya akan gencar melakukan upaya ekspor guna meningkatkan porsi pendapatan dari situ hingga 5 persen.
“Untuk itu, kami akan melakukan variasi jenis makanan ringan yang kami produksi dan menambah jaringan,” kata dia lagi.
Hingga saat ini produk Siantar Top telah merambah ke lebih dari 23 negara.
Namun Pitoyo mengakui, untuk meningkatkan volume ekspor tidaklah mudah karena harus memenuhi standar di negara yang dituju serta perlu peningkatan kualitas produksi. Untuk itulah pihaknya akan mengadakan pembelian mesin baru untuk memproduksi biskuit.
Sampai dengan September 2013 lalu, kata Pitoyo, total penjualan Siantar Top mencapai Rp 1,247 triliun; laba sebelum pajak Rp 111 miliar , debt to equity ratio di 0,47 kali; return on equity 14,31 persen. (ABDUL AZIZ)