TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Membaik, CPRO Sebut Sudah Lunasi Utang Tranche A Lebih Cepat

Busthomi
29 January 2024 | 14:22
rubrik: Capital Market
Kinerja Membaik, CPRO Sebut Sudah Lunasi Utang Tranche A Lebih Cepat

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Central Proteina Prima Tbk (IDX: CPRO/Perseroan/CP Prima) pada tanggal 15 Desember 2023 telah melunasi seluruh hutang Tranche A dari Senior Facility Agreement (SFA), yaitu hasil restrukturisasi obligasi tahun 2021 yang lalu.

Hal ini dikonfirmasi oleh Madison Pacific selaku wali amanat para pemegang obligasi berdasarkan surat pernyataan tanggal 17 Januari 2024 lalu.

Demikian juga seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Senin (29/1/2024).  

“Pelunasan utang ini lebih cepat dua tahun dari masa jatuh tempo utang yang jatuh pada tahun 2025 nanti. Terutama disebabkan oleh kinerja Perseroan yang semakin membaik dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap keterangan itu yang disebut Direksi Perseroan tanpa nama tersebut.

Kinerja positif itu, katanya, ditopang oleh tingginya animo para petambak budidaya perikanan, tumbuhnya konsumsi makanan boga bahari, serta berkembangnya komunitas pencinta hewan kesayangan.

Sepanjang Januari hingga September 2023, Perseroan berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 12,5% menjadi Rp321,43 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pendapatan Perseroan naik sebesar 9,5% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp6,76 triliun didorong oleh peningkatan penjualan dari bisnis pakan dan segmen makanan.

Walaupun beban pokok penjualan Perseroan naik sebesar 11,8% menjadi Rp5,49 triliun, kata dia lagi, Perseroan dapat membukukan pertumbuhan laba kotor sebesar 0,7% YoY menjadi Rp1,27 triliun.

Namun, beberapa pos biaya juga mencatatkan kenaikan seiring dengan peningkatan penjualan dan program penetrasi pasar Perseroan dalam segmen makanan olahan.

Beban penjualan Perseroan naik sebesar 17,0% menjadi Rp315,57 miliar dan beban umum serta administrasi juga naik tipis sebesar 0,9%  menjadi Rp347,29 miliar YoY.

Berdasarkan pencapaian tahunan (YoY), Perseroan optimis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan tahun 2023 yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp9 triliun.

BACA JUGA:   Dari Dana Kas Internal, SMF Segera Lunasi Obligasi IV 2018 Senilai Rp203,47 Miliar

Paska pelunasan utang Tranche A dari SFA itu, Perseroan masih memiliki sisa utang Tranche B dari SFA dengan total sekitar US$16 juta atau kurang lebih setara dengan Rp250 miliar yang akan jatuh tempo pada tahun 2026.

“Pada tahun 2024 ini, Perseroan tetap fokus untuk meningkatkan penjualan di kedua segmen utama bisnis Perseroan, yaitu segmen produk makanan boga bahari dan segmen bisnis pakan, baik pakan budidaya perikanan dan makanan hewan kesayangan,” ungkapnya.

Adapun untuk realisasi rencana capex (belanja modal) Perseroan yang mencakup kedua lini bisnis utama Perseroan menjadi kunci pertumbuhan Perseroan karena kapasitas produksi yang terbatas.

“Pelunasan utang SFA yang lebih dini ini mengurangi beban keuangan Perseroan, sehingga penghematan biaya ini dapat digunakan untuk mendanai capex ekpansi Perseroan di bidang pengolahan makanan boga bahari dan pabrik pakan,” tandasnya.

RUPSLB

Perseroan juga telah merencanakan untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSLB) terkait dengan pengunduran diri Komisaris Perseroan, Mr. Michael Nacson dan Mr. Tobias Damek.

Kedua Komisaris Perseroan ini sebelumnya diangkat melalui RUPSLB pada tahun 2018 untuk mengemban tugas khusus agar Perseroan dapat menyelesaikan kewajiban finansial paska restrukturisasi obligasi.

Dengan lunasnya utang Tranche A dari SFA, Perseroan menghormati keinginan Mr. Nacson dan Mr. Damek dan merencanakan RUPSLB untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku mengenai perubahan pengurus Perseroan.

Tags: cproobligasipelunasan utangPT Central Proteina Prima Tbkutang obligasiutang tranche A
Previous Post

Inovasi BPR BKK Karangmalang Dorong Kebangkitan Ekonomi

Next Post

PT Hutama Karya Infrastruktur Resmi Raih ISO BIM 19650 1&2:2018 Kitemark

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR