Jakarta-Thebusinessnews. Produk produk investasi pasar modal dalam negeri harus diakui masih kekurangan jika di lihat dari jumlahnya, padahal pada pemerintah memperkirakan dana repatriasi yang mengalir kedalam negeri akan mencapai Rp 1000 triliun. Ketidak sesuaian dua hal itu akan berpotensi menimbulkan gelembung harga saham.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengakui bahwa saat ini produk investasi pasar modal memang terbatas, untuk itu ia terus mendorong untuk menambah produk bagi dari emiten baru maupun penerbitan saham baru ataupun penerbitan efek efek lainnya.
“Memang sisi suply jadi perhatian kami, namum saat ini sudah banyak yang akan masuk, “ ujar dia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu(27/7/2016).
Ia menjelaskan, saat ini sudah banyak pihaknya berkomunikasi dengan dia dalam rangka rencana aksi korporasi penerbitan efek. Bahkan kata dia, beberapa pihak peserta pengampunan pajak akan mengakui aset dan akan dilanjutkan dengan menjadikan perusahaan tersebut menjadi perusahaan terbuka. “Ada yang menyampaikan ingin menjadikan aset-nya sebagai perusahaan terbuka, “ ungkap dia.
Untuk mempercepat rencana aksi korporasi dari peserta pengampunan pajak dan menambah produk investasi, pihaknya akan berusaha memperlancar upaya itu. Salah satunya dengan mempercepat proses administrasi di BEI. “Tadinya dua minggu sekarang kami akan percepat jadi satu minggu, “ terang dia.
Langkah ini sejalan dengan hal serupa yang dilakukan OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ), dalam proses perijinan aksi korporasi regulator pasar modal itu akan berusaha mempersiangkat proses tersebut dari 30-35 hari menjadi 21 hari.( az)