Jakarta, TopBusiness—SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Regional Pekanbaru-Kampar yang dibangun Sarana Pembangunan Riau (SPR), sudah operasional sejak September tahun 2023. Berkapasitas 1.000 liter per detik, air dari SPAM tersebut bisa langsung diminum oleh para pelanggan.
“Saat ini, pelanggan rumah tangga yang sudah tersambung ke air bersih dari kami, sudah sekitar 800-an SR (sambungan rumah). Dan kami menargetkan 102.000 SR ke depan,” kata Direktur Utama Sarana Pembangunan Riau, Fuady Noor, dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top BUMD Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga, hari ini.
Fuady mengatakan bahwa, SPAM tersebut, merupakan hasil kerjasama SPR dengan investor, dengan skema BOT (build operate transfer). Setelah 30 tahun, sistem tersebut akan dialihkan penuh ke SPR. “Proyek SPAM tersebut berjalan tanpa pendanaan dari APBD,” ia menjelaskan.
Selain pelanggan rumah tangga, SPAM tersebut akan melayani pelanggan industri.
Dalam presentasi untuk dewan juri tersebut, Fuady pun menjelaskan pencapaian terbaru di bidang bisnis lain SPR. Itu antara lain dari bisnis crude oil (minyak mentah) di WK (Wilayah Kerja) Canggrak. Untuk tahun 2023, blok tersebut bisa menghasilkan minyak sebanyak 5.209 bopd.
“Angka ini melewati target yang di 524 bopd,” Fuady menjelaskan lagi.
Nilai penjualan minyak mentah dari blok tersebut di Rp118,13 miliar untuk tahun 2023. Pencapaian tersebut hanya sedikit di bawah target yang sebesar Rp122,26 miliar.
Sementara itu, setoran dividen ke pemegang saham, senilai Rp2,05 miliar di tahun 2023. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pada tahun 2022 yang di Rp1,6 miliar.
Tata Kelola
Dalam kesempatan tersebut, Fuady Noor pun menjelaskan sejumlah hal tentang praktik tata kelola di SPR. Ia, antara lain, menjelaskan bahwa implementasi GCG (good corporate governance) di SPR merupakan hasil kerjasama dengan BPKP Provinsi Riau. Dalam hal ini, BPKP Provinsi Riau berperan mengevaluasi kinerja SPR.
“Untuk tahun 2022, kami mendapatkan predikat ‘A’ atau masuk dalam kategori ‘sehat’,” demikianlah Fuady menjabarkan.
Ada beberapa contoh implementasi GCG oleh SPR. Satu di antara itu adalah bahwa SPR secara rutin menggelar keterbukaan informasi publik di tahun tersebut. “Bahkan, kami mendapatkan penghargaan Keterbukaan Informasi Award dari Pemerintah Propinsi Riau.” SPR pun sudah menetapkan/memunyai Code of Corporate Governance.
