Jakarta-Thebusinessnews. Perkiraan dana repatriasi hingga Rp 1000 triliun tidak diiringi dengan peningkatan jumlah produk investasi bakal membebani Bank Indonesia. Pasalnya SBI ( Sertifikat Bank Indonesia) akan menjadi pilihan utama penempatan dana repatriasi tersebut.
Hal itu disampaikan ekonom, Aviliani di Jakarta, Kamis(27/7/2016).” Kalau dana repatriasi masuk sementara sektor riil tidak jalan akan terjadi kelimpahan dana atau over likuiditi.” Ujar dia.
Akibatnya hal itu,kata dia, akan bisa berdampak pengiringan dana murah bagi perbankan. Namum selanjutkan akan berdampak Bank Indonesia.” Mau dikemanakan itu uang sehingga beli SBI ,sehinga beban BI akan besar,”ujar dia.
Untuk itu kata dia, paket paket kebijakan pemerintah harus segera dijalankan . Selain produk produk investasi di pasar keuanga harus diperbanyak.” Produk derivatif harus diperbankan seperti Singapura,” Harap dia.
Disamping produk investasi dipasar modal juga harus diperbanyak.” IPO,rigth issue dan obligasi juga diperbanyak.”harap dia.(az)