TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Wujudkan Digitalisasi Pajak, Privy Akuisisi AyoPajak

Nurdian Akhmad
13 February 2024 | 19:05
rubrik: Business Info
Wujudkan Digitalisasi Pajak, Privy Akuisisi AyoPajak

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan rintisan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) dan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi, PT Privy Identitas Digital (Privy) mengakuisisi perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) PT Garda Bina Utama (AyoPajak).

Akuisisi ini bertujuan untuk melakukan percepatan dan pengembangan digitalisasi pada proses administrasi perpajakan serta penguatan bisnis identitas digital dan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi. Sinergi kedua platform ini sebagai bagian untuk mewujudkan proses administrasi perpajakan secara digital yang aman dan terpercaya di Tanah Air.

AyoPajak merupakan platform online yang dirancang khusus untuk Wajib Pajak individu, perusahaan (badan), dan konsultan pajak untuk dapat melakukan proses administrasi perpajakan secara online.

Proses tersebut seperti pembuatan pelaporan dan revisi SPT Pajak (e-Filing), pembuatan ID Billing (e-Billing), pembuatan dan pelaporan Faktur Pajak (e-Faktur), Bukti Potong Pajak (e-Bukpot), yang langsung terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Melalui kemajuan teknologi digital, pembuatan dan pelaporan dokumen – dokumen perpajakan pun bisa dilakukan secara online sehingga lebih efisien dan memenuhi unsur keamanan dan keabsahan bagi para Wajib Pajak.

CEO AyoPajak Andreas Saryadi mengatakan, dengan adanya akuisisi ini, Privy dan AyoPajak dapat bersinergi dalam segi ekspansi bisnis untuk proses administrasi perpajakan yang dilakukan secara online dan memenuhi unsur kepatuhan.

Andreas berharap, akuisisi ini menjadi langkah awal keduanya dalam mewujudkan sebuah ekosistem digital dimana pengguna dapat menggunakan one stop service layanan administrasi perpajakan yang dilengkapi dengan TTE tersertifikasi yang dapat memudahkan dan dapat menjangkau seluruh masyarakat untuk melaporkan pajak.

“Hal ini juga menjadi model baru dalam proses administrasi perpajakan dimana sebelumnya identik dengan serangkaian proses administrasi non-digital dengan menggunakan dokumen – dokumen fisik,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Selasa (13/2/2024).

BACA JUGA:   Privy Kolaborasi dengan Perusahaan IT Asal Australia

Lebih jauh Andreas mengatakan, kolaborasi AyoPajak dengan Privy yang merupakan PSrE yang berinduk pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, dapat menjadikan proses administrasi pelaporan pajak secara digital lebih terjamin dalam segi legalitas dan keabsahannya.

Hadirnya Privy sebagai PSrE di Indonesia diharapkan akan menambah kepercayaan para Wajib Pajak dalam proses administrasi perpajakan yang dilakukan secara digital. Pasalnya, TTE tersertifikasi telah diwajibkan untuk semua transaksi elektronik berisiko tinggi, dan menurut UU No.1 Tahun 2024, TTE memiliki kekuatan hukum (evidentiary power) yang sama dengan tanda tangan basah.

Lebih dari itu, digitalisasi proses administrasi perpajakan dapat menjadi instrumen Pemerintah untuk mengoptimalkan kepatuhan para Wajib Pajak.

“Ini merupakan aksi korporasi akusisi pertama yang menjadi sejarah bagi Privy. Kami menyambut baik bergabungnya AyoPajak menjadi bagian dari keluarga besar Privy. Kedepannya AyoPajak diharapkan dapat berkembang menjadi market leader pada sektor administrasi perpajakan digital di Indonesia yang menjamin keamanan dan kerahasiaan data pribadi para Wajib Pajak,” ujar CEO Privy Marshall Pribadi.

Ceremony aksi korporasi akuisisi Privy atas AyoPajak dihadiri oleh para pemegang saham AyoPajak pre-akuisisi, Marshall Pribadi mewakili Privy sebagai pemegang saham pengendali AyoPajak, dan Andreas Saryadi sebagai CEO AyoPajak post-akuisisi, pada 1 Februari 2024.

Pada September 2022, Privy telah ditunjuk sebagai Penyelenggara Sertifikat Noninstansi Dalam Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Secara Elektronik berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 454/KM.03/2022.

Sejak berdiri pada 2016, Privy telah dipercaya oleh lebih dari 3.300 klien perusahaan dan telah melakukan verifikasi identitas digital untuk lebih dari 46 juta pengguna individu.

Tags: AyoPajakPT Garda Bina UtamaPT Privy Identitas Digital
Previous Post

IHSG pada Penutupan Perdagangan Anjlok

Next Post

PGEO Tunjuk Yurizki Rio sebagai Direktur Keuangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR