TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dua Broker Diduga Bentuk Harga Penutupan HMSP

Nurdian Akhmad
1 August 2016 | 12:08
rubrik: Business Info

Jakarta-thebusinessnews. PT Bursa Efek Indonesia ( BEI ) akan memanggil dua broker ( perusahaan Efek ) yang menfasilitasi perdagangan saham PT Hanjaya Mandala Soepurna Tbk ( HMSP ),pasalnya pada penutupan Jumat ( 29/7/2016) turun 7,6% dimana pada pembukaan dibuka 4030 namum ditutup melemah 3630.

Namum pada perdagangan pagi ini dibuka kembali naik 3900 dan sempata naik ke level 4000 atau  naik 8,8%. Atas pergerakan yang sangat fluaktuatif itu operator padar modal akan mempertanyakan dua broker yang memfasilitasi perdagangan negosiasi saham HMSP dengan nilai signifikan.

Menurut Direktur  Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi  Hassyarbaini bahwa pihaknya pada pada jumat lalu telah mempertanyakan penurunan tajam tersebut namum oleh dua broker disebutkan sistem platform perdagangan mengalami kegagagalan.

Atas jawaban kedua broker itu, Pihaknya tidak menyakininya. Adapun broker yang dimaksud PT Bahana Sekurties dan PT RHB OSK Sekurities “ Kata mereka error tapi setelah kami ceks tidak eror,” Ungkap dia di gedung BEI, Jakarta, Senin( 1/8/2016).

Hamdi menilai, penurunan itu lebih di sebabkan penempatan posisi jual di harga tersebut . Karena penempatan posisi harga jauh dibawah kewajaran maka pihaknya akan mempertanyakan hal itu kepada kedua broker tersebut. “Sebelumya kan harganya 3930 namum pada preclosing masukan 3630 , nah ini yang kami cari tahu, “ ujar dia.

Untuk itu pihaknya akan memanggail kedua broker yang dimaksud . Pihaknya akan mempertanyakan kepada kedua broker tersebut mengapa memasang posisi jual di 3630. “Padahal hari ini sudah  naik  di 3900 naik  9%, maka bisa saja mereka marking the closing jadi mereka ingin membentuk harga tertentu di closing nah itu yang kami ini tahu mengapa?” papar dia.

Ia menjelaskan, investor diperkenankan menjual dengan harga berapapun namum jika merusak harga maka akan menjadi pertanyaan. “ Kami akan pangil hari ini atau besok pagi,secara lisan sudah tanya mereka hanya jawab atas instruksi nasabah. “ pungkas dia. (az)

BACA JUGA:   Akhir Desember, Jakarta-Surabaya Tersambung Tol
Previous Post

KCJ Tambah 60 Unit KRL Untuk Layani 285.600.960 Penumpang

Next Post

Berita Foto : Tito buka Investor Day 2016

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR