Jakarta-Thebusinessnews. Untuk dapat meningkatkan potensi pertumbuhan pasar keuangan syariah, khususnya di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) jalin kerjasama Bursa Malaysia Berhad dengan tujuan membangun kerja sama yang saling mendukung bagi perkembangan pasar modal syariah.
Tujuan dari pembentukan Pusat Pasar Modal Syariah Dunia ini adalah menjadi pusat sekuritisasi dan instrumen syariah di pasar global. Selain itu, tujuan pembentukan lainnya adalah menjadi rujukan utama dalam pengembangan efek syariah dunia, serta menjadi pusat riset maupun pengembangan struktur mikro pasar modal syariah global. Pusat Pasar Modal Syariah Dunia juga bertujuan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang profesional di industri pasar modal syariah dunia dan menjadi gerbang utama penerbitan efek syariah di pasar global.
Melalui nota kesepahaman ini, kedua bursa juga sepakat untuk mengembangkan pasar modal syariah melalui beberapa upaya termasuk studi bersama, pengembangan produk, mengadakan kegiatan dan promosi, serta peningkatan sumber daya manusia. Nota kesepahaman ini memperbarui nota kesepahaman yang telah dibuat oleh kedua negara sebelumnya pada 1996. Terakhir kali nota kesepahaman ini diperbarui adalah pada 2006.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan kerja sama ini merupakan langkah lanjutan yang akan bermanfaat bagi kedua negara yang diharapkan dapat membuat Indonesia dan Malaysia secara bersama-sama dapat menjadi pasar modal syariah terkemuka di dunia.
“Melalui kerjasama ini, kami berharap BEI dan Bursa Malaysia dapat terus mengembangkan instrumen dan produk pasar modal syariah secara bersama-sama sehingga dapat menjadi acuan di tingkat global,” ujar Tito dalam siaran pers, Selasa(2/8/2016).
Untuk diketahui, Berdasarkan laporan dari State of the Global Islamic Economy 2015, pada tahun 2014 pasar keuangan syariah global diestimasikan memiliki aset US$1,81 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak US$295 miliar merupakan nilai outstanding sukuk dengan pertumbuhan rata-rata 6% setiap tahunnya.
Nilai aset pasar keuangan syariah global di 2014 tersebut mengalami kenaikan 9,69% jika dibandingkan dengan US$1,65 triliun di 2013. Dengan semakin tumbuhnya pasar keuangan syariah di seluruh dunia, aset pasar keuangan syariah global diperkirakan akan tumbuh menjadi US$3,24 triliun di 2020 mendatang.
Dari total aset pasar keuangan syariah global, dua negara di Asia Tenggara masuk ke dalam 10 negara dengan pasar keuangan syariah terbesar di dunia. Malaysia saat ini merupakan pasar keuangan syariah terbesar di dunia dan Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan total populasi sekitar 250 juta penduduk berpotensi menjadi pasar keuangan syariah terbesar di dunia di masa depan.(red)