Jakarta, TopBusiness—Untuk terus menambah dan memercepat area cakupan layanan, Perumdam Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan mengambil sebuah langkah strategis. Yaitu mengadakan kerja sama B2B (business to business) dengan pihak lain.
“Dalam hal ini, kami punya beberapa skema B2B,” kata Direktur Perumdam Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan, Zaa’ari, dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top BUMD Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga (22/2/2024).
Zaa’ari menjelaskan bahwa salah satu skema tersebut adalah berikut ini: konsep BOT (built operate transfer). Adapun yang kedua adalah skema kontrak berbasis anggaran.
Kemudian, ia menjelaskan bahwa untuk perluasan area layanan di bagian timur Kabupaten Pasuruan, yang digunakan adalah skema kontrak berbasis anggaran. Sedangkan di area lain, menggunakan skema BOT.
Pada saat ini, cakupan administratif layanan BUMD tersebut di 13,52%. Sementara itu, cakupan teknis ada di 15,72%.
Dalam tanya-jawab dan presentasi tersebut, Zaa’ari menjelaskan sejumlah hal lain tentang kiprah Perumdam Giri Nawa Tirta. Antara lain, ia menjelaskan bahwa rata-rata jam layanan di 21,52 jam. Level NRW (non-revenue water) di 23,99%.
Selanjutnya, jumlah pelanggan di 41.027 SR per akhir tahun 2023. Adapun nilai kinerja pada tahun 2022 ada di 3,85.
Pendapatan BUMD tersebut senilai Rp42,62 miliar di tahun 2023. Angka tersebut lebih baik daripada di tahun 2022 yang di Rp37,55 miliar. “Dari tahun ke tahun,” Zaa’ari menjelaskan, “pendapatan kami terus naik.”
Setoran PAD (pendapatan asli daerah) di tahun 2022 senilai Rp2,5 miliar. Itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang di Rp2,4 miliar. “Nilai setoran PAD kami terus naik.”
Bagaimana dengan tingkat kepuasan pelanggan atau pun karyawan di BUMD tersebut? Zaa’ari menjelaskan bahwa, di tahun 2023, nilai survei kepuasan pelanggan ada di 4,02 dari 5; atau berarti ‘puas’.
Sedangkan survei kepuasan karyawan menghasilkan nilai 4,09 dari 5; atau berarti ‘puas’.
Perumdam Giri Nawa Tirta pun telah mempraktikkan GCG (good corporate governance). Skor GCG BUMD tersebut, saat ini, di 82,83. “Kami telah melakukan sejumlah upaya terkait GCG,” demikianlah Zaa’ari menegaskan.
Penerapan manajemen risiko pun telah berjalan di Perumdam Giri Nawa Tirta. Manajemen aset juga telah berjalan di BUMD tersebut.
