TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dana Talangan Bank Century Tidak Kemana-mana?

Nurdian Akhmad
7 March 2014 | 14:37
rubrik: Finance
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Jakarta,businessnews.id — Pengamat perbankan Pradjoto mengatakan, di Jakarta hari ini, FPJP (fasilitas pendanaan jangka pendek) dari Bank Indnesia adalah untuk kebutuhan  Bank Century pada detik terjadinya kekurangan likuiditas. Sedangkan keseluruhan dana talangan  Rp 6,7 triliun itu adalah jumlah nilai untuk membereskan berbagai hal yang ada di Bank Century pada waktu itu, seperti membereskan aktiva produktif yang memburuk, termasuk di dalamnya LC (letter of credit) yang bodong.

Pradjoto mengungkapkan, dirinya masih ingat pernyataan Robert Tantular di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang mengatakan waktu itu dirinya membutuhkan uang Rp 1 triliun, tapi mengapa menjadi Rp 6,7 triliun.

Lebih lanjut Pradjoto mengatakan, keseluruhan  dana tersebut juga untuk membereskan kredit-kredit macet ditambah dengan dana pihak ketiga (DPK) yang harus dibayar pada waktu itu.

Sehingga dana talangan sebesar  Rp 6,7 triliun dan Rp 632 miliar itu konteksnya sama sekali berbeda. Menyatupadukan dua hal itu merupakan suatu hal yang tidak masuk akal bagi orang perbankan. “Lebih tidak masuk akal lagi kalau uang Rp 6,7 triliun tersebut dibawa memakai kontainer.”

Pradjoto menegaskan, FPJP itu bukanlah uangnya yang diambil. “Uang itu nggak ke mana-mana, cuma ada di Bank Indonesia, agar supaya rekening Bank Century pada waktu itu diverify tidak merah maka FPJP itu diberikan. Sehingga likuiditasnya cukup dan dia masuk lagi di dalam kliring, karena sebelumnya kan dia kalah kliring,” tutupnya.

“Waktu itu dia (Robert Tantular) berbicara mengenai different animal,” ujar Pradjoto. (ZIZ)

BACA JUGA:   Akuntan CA untuk Buka Kantor Tunggu Izin Menkeu
Previous Post

Indeks Saham Bergerak Naik ke Level 4.700-an

Next Post

Bank Sentral Indonesia-Korea Kerjasama Swap Rp 115 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR