Jakarta, TopBusiness – Perumda BPR Kuningan alias Bank Kuningan tidak hanya apik dalam hal tata kelola berdasarkan good corporate governance (GCG), tapi juga inovasi berbagai produk perbankan yang diberikan kepada masyarakat Kuningan-Jawa Barat, ini terbilang unggul.
Dalam konteks untuk mewujudkan iklim usaha yang sehat dan kondusif, maka bukan tak mungkin pertumbuhan ekonomi akan terus melaju, lantaran perumda memiliki daya dorong untuk penciptaan peningkatan sumber daya manusia dalam berusaha.
Ditegaskan Direktur Utama BPR Kuningan, Dodo Warda, pihaknya berharap pemerintah berpihak kepada BPR. “Jangan ada pengkelasan antar BPR dan bank umum, berikan persaingan yang sangat sehat. Harusnya BPR sebagai pemilik modal daerah akan tumbuh dengan sangat besar dalam pembangunan daerah, jika BPR diberikan ruang bersaing sehat,” kata Dodo.
Bahkan dirinya meyakini bahwa Bank Kuningan akan memberikan dampak positif. “Tentunya, BPR pun mampu memberikan yang terbaik bagi pembangunan daerah”, tegas Dodo Warda kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2024, di Jakarta, Selasa (27/2/2024) dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom.
Orang nomor satu tak sendirian, tampak didampingi, Direktur Kepatuhan, Deni Heryana, dan Ketua Dewan pengawas, Kamil Garda Permadi, serta Anggota Dewan Pengawas, Ucu Sumantri.
Tercatat, BPR memiliki memorandum of understanding (MoU) guna mengelola dana desa sebanyak 361 desa se-Kabupaten Kuningan. Ini sebuah kinerja apik serta bisa menerobos batas penbedaan kelas BPR dengan bank umum.
Kinerja apik portofolio BPR Kuningan dengan status bank sehat. Alasannya, tahun buku 2023, aset sebesar Rp 251.985 miliar, pengucuran kredit (Rp 210.078 miliar), tabungan (Rp 103.589 miliar), deposito (Rp 53.957 miliar), pendapatan (Rp 47.621 miliar), dan laba (Rp 5.190 miliar).
Dalam rangka memberikan layanan primanya, seiring Bank Kuningan ini memiliki 2 unit mobil kas keliling, lantas layanan transaksi mesin EDC.
Untuk produk inovatif seperti, tabungan Idul Fitri dengan jumlah rekening per Desember 2023 sebanyak 4.102 dengan total saldo Rp 4,4 miliar. Program tabungan Simpel dengan lingkup penabung SD, SMP se-Kabupaten Kuningan dan Tabungan Ciremaiku dengan tabungan berhadiah dengan jumlah rekening 364 dengan total saldo Rp 4,6 miliar. BPR Kuningan ini memilki layanan transfer virtual account dan transaksi non tunai (TNT).
Prestasi lainnya, BPR Kuningan ini menjadi pilot project dalam mengelola dana desa di Kementerian Dalam Negeri.
