Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu ini memperlihatkan judul IHSG Hari Ini Diperkirakan Sideways.
Saham-saham AS ditutup bervariasi pada Selasa (27/2). Dow Jones -0,25%, S&P 500 +0,17%, dan Nasdaq +0,37%. S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri sesi dengan kenaikan moderat karena investor bersiap untuk data inflasi utama yang akan dirilis akhir pekan ini.
Pasar komoditas ditutup sebagian besar menguat pada Selasa (27/2). Minyak WTI +1,66% ke USD 78,87/bbl, batu bara +1,14% ke USD 129,20/ton, nikel +2,61% ke USD 17.540, CPO +1,45% ke MYR 3.924, dan emas +0,25% menjadi USD 2.044/toz.
Bursa Asia ditutup menguat pada Selasa (27/2). Nikkei +0,02%, Hang Seng +0,94%, Shanghai +1,29%, dan KOSPI -0,83%.
IHSG menutup perdagangan hari ini pada level 7.283,1 (+0,02%), dengan investor asing mencatatkan net sell secara keseluruhan sebesar Rp 1,17 triliun; Rp652,8 miliar di pasar reguler, dan Rp522,7 miliar di pasar negosiasi. Foreign outflow terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 223,5 miliar), disusul GOTO (Rp 83,2 miliar), dan ASII (Rp 70,6 miliar). Aliran masuk asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBNI (Rp 62,1 miliar), disusul BRIS (Rp 33,9 miliar), dan AMMN (Rp 20,3 miliar). Top lead mover adalah BBCA, GOTO, dan BBNI, sedangkan top lagging mover adalah TLKM, BBRI, dan TPIA.
Nikkei pagi ini melemah 0,02%, sedangkan KOSPI menguat 0,23%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways, mengingat beragamnya sentimen di pasar global dan regional,” demikian tertulis.
