
Jakarta, businessnews.id — Masuknya dana asing di 2014 yang merupakan tahun politik terkait Pemilihan Umum (Pemilu), memerlihatkan keberadaan kepercayaan pihak asing kepada Indonesia. Juga, masuknya investasi asing di 2014, menunjukkan kepercayaan yang sama. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan hal itu di Jakarta kepada wartawan (7/3/2014).
Dia mengatakan, di antara negara berkembang dunia, Indonesia termasuk yang terus menunjukkan perbaikan fundamen ekonomi. Sementara, selain melihat pasar uang, dunia melihat 2014 sebagai tahun politik Indonesia.
Dia pun mengatakan, terkait penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD, Bank Indonesia akan terus menjaga volatilitas yang baik. “Kalau memang indikator-indikator ekonomi kita terus membaik, tentu tercermin dari nilai tukar Rupiah yang lebih kuat.”
Bagaimana sikap Bank Indonesia mengenai aturan terhadap perbankan yang banyak memberikan tawaran hadiah dalam menarik dana masyarakat? Jawab Agus, pihaknya terus mengawasi hal itu dalam kerangka makro-prudensial perbankan. “Kami meyakini bahwa Otoritas Jasa Keuangan juga memerhatikan hal itu.”
Yang perlu digarisbawahi, bahwa penawaran hadiah itu sebenarnya secara finansial bisa dikalkulasi menjadi bagian dari tingkat bunga yang ditawarkan. “Jadi, sebenarnya, berapa tingkat bunga yang ditawarkan sebuah bank yang menawarkan hadiah? Kalau tawaran itu berlebihan, bisa saja ada dalam kondisi yang kurang sehat,” ujar dia.
“Kami akan terus mendorong adanya persaingan sehat antar-bank dalam menarik dana pihak ketiga,” kata mantan CEO Permata Bank itu. (DHI)
EDITOR: DHI