Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup turun 0.4% kemarin, disertai dengan net sell asing Rp302 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ASII, TLKM, BBCA, BRPT dan FREN.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, laju IHSG akan coba untuk tes support kuat di 7230, dan jika kuat bisa kembali rebound. “Dengan level resistance di rentang 7280-7320 dan support di kisaran 7200-7230,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (6/3/2024).
Wall Street Kembali Melemah. Tiga indeks utama Wall Street kompak turun lebih dari 1% pada Selasa (5/3).
Pelemahan pada perusahaan dengan kapitalisasi pasar jumbo alias megacaps seperti Apple Inc dan sektor chip membebani Nasdaq menjelang data ekonomi minggu ini dan komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell.
Dow Jones turun 1,04% menjadi 38.585,19, indeks S&P 500 merosot 1,02% menjadi 5.078,65 dan Nasdaq Composite anjlok 1,65% menjadi 15.939,59.
Data ekonomi pada hari Selasa menunjukkan pertumbuhan industri jasa Amerika Serikat (AS) lebih lambat pada bulan Februari.
Lapangan kerja menurun, sementara jumlah pesanan baru tumbuh ke level tertinggi dalam enam bulan.
Data terbaru tersebut menandakan kekuatan mendasar di sektor ini. Laporan Indeks Manajer Pembelian pada hari Selasa mengkonfirmasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan meskipun ada kenaikan suku bunga sebesar 525 bps dari The Fed sejak Maret 2022.
Bursa Asia Mayoritas Melemah. Bursa Asia-Pasifik kembali bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Selasa (5/3), ketika pertemuan “Dua Sesi” China sedang berlangsung.
Para investor memperhatikan proyeksi ekonomi China, setelah negara tersebut memproyeksikan target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 5% pada tahun 2024.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,03%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi signifikan 2,61%, ASX 200 Australia melemah 0,15% dan KOSPI Korea Selatan turun 0,93%.
Sedangkan Shanghai China menguat 0,28% Pertemuan “Dua Sesi” di China kemarin mengacu pada pertemuan tahunan legislatif China, Kongres Rakyat Nasional, dan badan penasihat politik utama negara, Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok.
Pada pertemuan tersebut, Perdana Menteri China, Li Qiang diperkirakan akan menyampaikan laporan kerja pemerintah, yang merinci tujuan ekonomi dan kebijakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, termasuk target pertumbuhan PDB.
Pemerintah China memperkirakan PDB pada 2024 sekitar 5%. Sedangkan inflasi China pada 2024 diperkirakan sekitar 3%.
Selain itu, hasil indeks manajer pembelian (PMI) jasa China versi Caixin periode Februari 2024 juga akan dirilis. Selain China, investor juga akan memantau revisi data PDB Korea Selatan periode 4Q23.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Rabu (6/3):
1. TLKM: Spec Buy
Beli di 3870, cutloss jika break di bawah 3840. Jika tidak break di bawah 3840, potensi naik ke 3900-3940 short term.
2. CTRA: Spec Buy
Beli di 1240, cutloss jika break di bawah 1230. Jika tidak break di bawah 1230, potensi naik ke 1270-1300 short term.
3. ADMR: Spec Buy
Beli di 1400, cutloss jika break di bawah 1390. Jika tidak break di bawah 1400, potensi naik ke 1450-1475 short term.
4. BREN: Spec Buy
Beli di 5900, cutloss jika break di bawah 5700. Jika tidak break di bawah 5700, potensi naik ke 6150-6350 short term.
5. TPIA: Spec Buy
Beli di 4700, cutloss jika break di bawah 4640. Jika tidak break di bawah 4700, potensi naik ke 4800-4900 short term
6. BFIN: Spec Buy
Beli di 1310, cutloss jika break di bawah 1280. Jika tidak break di bawah 1310, potensi naik ke 1335-1355 short term.
