Jakarta-Thebusinessnews. Bank Indonesia tengah mewaspadai kredit disektor korporasi,pasalnya segmen itu sangat terpengaruh oleh ekonomi dunia.Sementara Word Bank dan IMF telah menurunkan target pertumbuhan ekonomi dunia.
Menurut Gubernur Bank Indonesia,Agus DW Martowardoyo bahwa peningkatan rasio kredit bermasalah menjadi 3,1% perlu menjadi perhatian,khususnya segmen korporasi.
” Kami terus memonitor kinerja korporasi apalagi ada perlambatan ekonomi dunia menekan ekonomi nasional dan berdampak pada kualitas utang yang dipegang korporasi Indonesia,”ulas Agus di gedung Bank Indonesia,Jakarta,Senin(8/8/2016).
Beberapa bank besar mencatatkan kenaikan NPL (non perfor mence loan ) segmen korporasi, salah satunya PT BNI Tbk naik dari 1,5% menjadi 3,1%.PT Bank Danamon Tbk mencatakan pertumbuhan NPL segmen korporasi 1%. (Az)