Jakarta-Thebusinessnews. Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersepakat dengan Pemerintah kota Surabaya untuk melakukan sertifakasi seluruh tanah di wilayah kota Pahlawan itu. Diharapkan tahun 2017 seluruh bidang tanah di kota itu telah bersertifikat
Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyatakan Program yang di canangkan ini akan selesai akhir 2017. “Sudah 71 tahun sejak Indonesia merdeka, baru 60 persen bidang tanah di kota Surabaya yang tersertifikasi yakni mencapai 382,533 bidang tanah. Sementara itu masih terdapat 224,067 bidang tanah atau40 persen yang belum terdaftar, ” tegas Sofyan dalam siaran pers, Senin(8/8/2016).
Langkah percepatan ini merupakan upaya negara agar semua rakyat Surabaya mendapatkan kepastian hukum. Program sertifikasi tanah juga akan mengurangi sengketa dan konflik tanah serta terwujudnya desa / kelurahan lengkap yaitu desa / kelurahan yang seluruh bidang tanahnya sudah terdaftar dan bersertifikat. “Program ini akan sangat bermanfaat bagi seluruh warga Surabaya sekaligus memudahkan pembangunan infrastruktur,” kata dia.
Surabaya akan menjadi kota pertama di Indonesia yang seluruh bidang tanahnya tersertifikasi. Setelah Surabaya, Kementerian ATR/BPN akan mendorong program kerjasama serupa dilakukan di kota-kota lain di Indonesia antara lain di DKI Jakarta dan Batam.
Sementara itu Walikota Surabaya Tri Rismaharini merespon positif program kerjasama ini. Menurutnya salah satu persoalan tanah rakyat miskin adalah belum adanya sertifikasi sehingga muncul spekulan tanahyang merugikan masyarakat. “Seluruh aparat dan warga Surabaya akan membantu kesuksesan program ini,” imbuhnya.
Sofyan menambahkan perbaikan data tanah yang teregistrasi di Surabaya dan Jakarta, secara tidak langsung akan memperbaiki peringkat Indonesia Tingkat Kemudahan dalam Berusaha (Ease of Doing Business) yang dikeluarkan Bank Dunia. (Red)