Jakarta, TopBusiness—Dalam iklim bisnis saat ini, data merupakan aset yang harus dilindungi dan dijaga. Kebocoran data, tidak boleh terjadi.
“Dan saat ini, tata kelola data banyak terfokus ke hal tersebut. Bank pelat merah pun banyak yang fokus ke hal tersebut,” kata Country Head Artha Solutions Indonesia, Dody Y. Suwandi, saat menjadi pembicara dalam acara puncak Top BUMD Awards 2024 di Jakarta (20/3/2024).
Saat ini, perlindungan data pribadi konsumen harus menjadi fokus perusahaan. Sebab, regulasi mewajibkan hal tersebut. “Dan tanpa tata kelola data yang baik, sulit untuk memenuhi tuntutan-tuntutan perlindungan tersebut,” ucap Dody lagi.
Tata kelola data yang baik, bisa memanajemeni proses sharing data antar-karyawan sebuah perusahaan, dengan baik. Walhasil, data yang di-sharing-kan tersebut lebih aman.
Dody pun mengatakan, “Kebocoran informasi, itu karena tata kelola data yang tak benar. Dan 90%-an kebocoran data, itu berasal dari orang dalam.”
Perlu Paralel
Tanpa tata kelola data yang baik, maka ada dampak ke operasional bisnis. “Tata kelola data,” Dody menambahkan, “perlu paralel dengan strategi bisnis sebuah perusahaan.”
Tata kelola data tidak hanya melulu terkait TI (teknologi informasi). Tetapi juga mencakup adanya kesinambungan antara TI dengan stake holder (pemangku kepentingan) sebuah perusahaan. Tata kelola data mencakup dua hal. Yakni ‘bagaimana manajemen data’, dan ‘bagaimana memanfaatkan data tersebut’.
Dalam ajang Top BUMD Awards 2024 yang digelar Majalah TopBusiness, Artha Solutions Indonesia aktif berperan dengan menggelar edukasi tentang pentingnya tata kelola data bagi BUMD. Dalam hal ini, edukasi tentang pentingnya mencegah kebocoran data, pun, diberikan oleh Artha Solutions Indonesia.
Proses tersebut berlangsung melalui hadirnya Dody Y. Suwandi sebagai pembicara dalam webinar Top BUMD Awards 2024 yang diikuti 200-an peserta (13/3/2024). Juga, sebagai pembicara dalam acara puncak Top BUMD Awards 2024 yang dihadiri 800-an orang di Hotel Raffles Jakarta, kemarin.
