
Jakarta, businessnews.id — Sepanjang tahun 2013, PT Elnusa, Tb., yang merupakan anak usaha PT Pertamina, mengalami penurunan pendapatan usaha sebesar 14 persen. Pada tahun 2013, Elnusa mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 4,1 triliun sedangkan tahun 2012 sebesar Rp 4,7 triliun.
“Penurunan pendapatan sebesar 14 persen disebabkan oleh berapa kendala pada bisnis seismic serta dikurangi porsi pendapatan dari bisnis bisnis down stream yang memiliki marjin rendah,” kata Sekretaris Perusahaan Elnusa, Fajriah Usman, di Jakarta hari ini.
Namun perusahaan penyedia jasa energi ini mengalami kenaikan laba bersih secara signifikan dengan tumbuh 86 persen atau sebesar Rp 238 miliar. “Kinerja laba bersih ini jauh melampaui target awal perusahaan yang mematok Rp 138 miliar,” kata dia.
Peningkatan Laba bersih itu sebagai bentuk penerapan strategi agresif dan selektif yang berkesinambungan dalam menjaga performa bisnisnya, serta lebih kepada bisnis inti yang memiliki potensi terbaik dalam memberikan margin lebih tinggi. Hasil tersebut tampak dari bisnis drilling and oil field services (DOS) yang tumbuh 33 persen.
Pertumbuhan DOS dalam tiga tahun terakhir mencapai dua kali lipat dan diperkirakan tumbuh 100 persen dalam tiga tahun kedepan, kata Fajriah. (ABDUL AZIZ)
EDITOR: DHI