
Jakarta, businessnews.id — Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) mengincar suporter Persib yang tergabung dalam Viking dan Bobotoh. Berjumlah sekitar 5 juta orang, kelompok tersebut diharapkan menjadi sumber peningkatan jumlah nasabah tabungan BJB.
“Dengan adanya logo BJB di lingkungan suporter Persib, mereka bisa menjadi sumber nasabah tabungan,” kata Direktur Utama BJB, Bien Subiantoro, di Jakarta hari ini.
Kata dia, untuk tahun 2013, total pertumbuhan DPK (dana pihak ketiga) BJB mengalami penurunan total.
Sementara, jenis tabungan giro sendiri mengalami pertumbuhan hingga 12,6% bila dibandingkan dengan tahun 2012 lalu yang sebesar Rp 14,5 triliun menjadi Rp16,3 triliun di tahun 2013.
“Untuk tabungan juga meningkat sebesar 35,4% bila dibandingkan tahun 2012 sebelumnya sebesar Rp 8,6 triliun menjadi Rp 11,7 triliun di sepanjang tahun 2013,” kata dia.
Namun demikian, untuk deposito di tahun 2013 mengalami penurunan hingga 23,4% bila dibandingkan tahun 2012 lalu sebesar Rp 24,3 triliun menjadi turun di tahun 2013 sebesar Rp 18,6 triliun.
“Kita ingin menekan cost of fund (CoF) serendah mungkin, dan itu tidak masuk perang harga deposito. Kita menjaga CoF 5% maka kita akan menggenjot di CASA,” tukasnya.
Sedangkan terkait dengan penurunan total DPK hingga 1,7%, pihaknya tengah menyusun strategi untuk kembali meningkatkan pertumbuhan DPK dengan melakukan penjualan atau membuka stan di event-event tertentu guna menambah para nasabah yang saat ini sudah mencapai 5 juta.
“Strategi kita adalah, kita selalu jualan apapun event-nya. Kita selalu open table di event, ternyata [hasilnya] cukup baik. Dan misalnya ada event apapun kita ikut. Seperti Java Jazz, itu orang harus punya tabungan untuk mendapat harga potongan tiket. Itu juga guna menambah tabungan kita,” ucapnya.
Menurutnya, kunci untuk meningkatkan DPK, yakni dari jumlah penabung. Sehingga jika tabungan meningkat maka DPK secara keseluruhan ikut meningkat. “Kunci dari DPK adalah jumlah penabung, karena kepercayaan nasabah itu ada pada kita,” ujar Bien. (ABDUL AZIZ)