Jakarta, TopBusiness – PT Semesta Centramas merupakan sebagai perusahaan yang memiliki aktivitas usaha Pengupasan (OB Removal), Penggalian (Coal Getting), Pengangkutan ke Stockpile (Hauling), dan proses selanjutnya akan dilimpahkan ke SBU PT Adaro Indonesia Tbk.
Sebagai perusahaan balangan coal, perusahaan dicatat memiliki tujuan mengembangkan kegiatan usaha secara berkelanjutan menuju masa depan yang lebih baik. Dalam menjalankan tujuannya tersebut, perusahaan salah satunya kemudian melaksanakan program CSR.
Hal ini disampaikan CSR & Community Relation Departement Head Nico Seniar dalam penjurian TOP CSR Awards 2024 (24/4/2024). Menurut Nico Seniar kembali, program CSR atau pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan, secara khusus direncanakan serta dijalankan dalam rangka untuk mendukung kesiapan masyarakat maupun daerah menuju rencana pasca tambang yang diselaraskan rencana Pembangunan daerah maupun nasional.
Dalam melaksanakan CSR, perusahaan juga melakukan proses sinkronisasi antara program CSR yang ada dengan pemerintah guna melakukan sinergitas dalam mendukung percepatan-percepatan pembangunan daerah sesuai dengan fungsi dan kapasitas dari masing-masing Lembaga. Dari proses sinkronisasi tersebut, perusahaan kemudian menghadirkan banyak program CSR unggulan.
Di tempat yang sama, menurut CSR Supervisor Balangan Coal, Heriansyah Rusli, ada tiga program unggulan yang telah dihadirkan perusahaan. Program Kain Sasirangan, Program Stunting, dan Program Desa Mandiri Adaro.
Program Kain Sasirangan
Program Kain Sasirangan merupakan program CSR yang dijalankan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal kain khas Kalimantan Selatan yaitu berupa Kain Sasirangan. Kegiatan ini memberikan akses alternatif usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya ibu-ibu yang ada di desa Hukai untuk meningkatkan kreatifitas ibu-ibu dalam melakukan produktifitas ekonomi saat berkumpul.
Kain Sasirangan merupakan kerajinan kain khas Banjar, di mana kain ini merupakan sebuah simbol dan corak budaya Banjar dari abad XII sebagai kain adat suku Banjar. Saat ini pemerintah daerah dan propinsi menggalakkan Kain Sasirangan bahkan di setiap expo hampir semua daerah menampilkan Kain Sasirangan dengan berbagai motif daerah masing-masing sebagai corak khasnya.
Program kerajinan Kain Sasirangan binaan perusahaan berbeda dengan pengrajin Kain Sasirangan lainnya. Perbedaan paling mendasar pada kerajinan Kain Sasirangan binaan perusahaan adalah segi pelestarian lingkungan dengan menjaga ketat semua limbah yang dihasilkan setelah melakukan pewarnaan dengan tidak mengalirkan air limbah ke sungai ataupun lainnya, melainkan dibuat Eco Enziem sebagai langkah preventif mencagah lingkungan.
Program Stunting
Program ini merupakan komitmen program CSR melalui kolaborasi dan sinergi program antara Adaro Group Bersama pemerintah daerah dalam melakukan penanggulangan dan pencegahan stunting, dan dilakukan secara berkelanjutan dalam jangka 3 tahun berturut-turut (2022, 2023 dan 2024).
Program Desa Mandiri Adaro
Program Desa Mandiri Adaro merupakan program CSR yang dijalankan perusahaan dalam rangka memberikan pembelajaran kemandirian, keterbukaan dan keleluasan desa secara bertanggung jawab, melalui forum Musrenbangdes dengan keterlibatan setiap perwakilan Masyarakat yang ada didesa dalam penentuan program pemberdayaan ekonomi yang akan diusulkan.
Program Desa Mandiri Adaro menjadi salah satu program inisiasi yang dijalankan perusahaan dalam rangka memberikan kemandirian desa dalam mengembangkan dan menjalankan program untuk mengembangkan potensi ekonomi desa yang dilaksanakan secara bertanggung jawab.
“Dari ketiga program unggulan yang ada, perusahaan menjadikan Program Kain Sasirangan sebagai Program CSR Pengembangan Ekonomi Kreatif guna membangun kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan kelompok desa Hukai, menjadi program unggulan utama,” pungkas Heriansyah Rusli.
Editor: Busthomi
