Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) belum lama ini kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7 Days Repo Rate ke posisi 6,25 bps. Hal ini membuat pihak perbankan harus memutar otak agar bisa tetap bisa menuai profit meski biaya dana atau cost of fund juga ikut naik.
Salah satunya PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk atau BJTM yang siap melakukan strategi menghadapi era suku bunga tinggi ini. Untuk itu, bagi Bank Jatim pun siap mengincar pendapatan dari CASA (dana-dana murah) lebih besar lagi. Satu yang pasti, tentu saja melalui digitalisasi di tengah era suku bunga tinggi ini.
Menurut Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, penetrasi layanan digital yang sekaligus sebagai ikhtiar dalam meningkatkan CASA ratio BJTM ini terus dilakukan. Bahkan dalam hal ini, Busrul menegaskan, dalam waktu dekat akan diluncurkan JConnect New Generation yang dilengkapi dengan fitur lebih lengkap mulai dari pembukaan rekening dan penempatan deposito secara online sampai portofolio rekening nasabah yang terintegrasi dalam satu layanan.
“Strategi Bank Jatim untuk menjaga profit di era suku bunga tinggi ini, tetap menggenjot dari sisi struktur pendapatan bunga. Secara tahunan juga untuk NII (net interest income) masih positif. Dan NII ini saat suku bunga tinggi juga masih bisa positif kok. Makanya Bank Jatim ada dua hal dalam meningkatkan NII ini,” tutur Busrul Iman kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/4/2024).
Pertama, kata dia, dengan memperbesar outstanding kredit. Karena 80% dari NII itu berasa dari pendapatan bunga, baik itu bunga kredit maupun bunga treasury.
Dan kedua, dari sisi efisiensi karena tinggi biaya dana (cost of fund). “Nah, dalam hal ini kita ingin genjot CASA. Dan CASA ini kan berbasis digital. Karena kita harus perbanyak transaksi QRIS dan mobile banking kami yaitu JConnect Mobile,” katanya.
Hingga kuartal I-2024, JConnect Mobile telah memiliki 677.362 user. Angka tersebut naik 25,77% secara tahunan atau year on year (YoY). Sementara untuk nominal transaksinya tercatat sebesar Rp4,9 triliun atau tumbuh 66,6% (YoY).
“Kemudian, JConnect QRIS kami juga sudah mencapai 151.404 user atau naik 113,74 persen (YoY) dengan nominal transaksi sebesar Rp 126,43 miliar atau meningkat 173,84 persen (YoY),” tutur Busrul.
Kembali dilanjutkan Busrul, masih dalam ranah digitalisasi ini, salah satu bentuk contoh konkret penguatan captive market business BJTM adalah melalui marketplace yang bernama JATIM BEJO (Jawa Timur Belanja Online).
“Ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ekonomi digital, dan peningkatan utilitas layanan digital BJTM baik untuk transaksional maupun penyaluran kredit,” pungkas dia.
