Jakarta, TopBusiness—Dalam program TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan), Pelindo Multi Terminal berbasiskan ke ISO 26000 dan ESG (environment, social, and governance). Dalam hal sinkronisasi dengan ISO 26000, program TJSL tersebut mengacu ke tujuh core subject dalam ISO tersebut.
Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto (2/5/2024), dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga.
Edi mencontohkan program TJSL yang paralel dengan ISO 26000 tersebut. Itu antara lain program pengembangan masyarakat di sekitar pelabuhan operasional Pelindo Multi Terminal. “Dalam hal ini, kami menggandeng ratusan anak muda dalam bentuk komunitas,” ia menjelaskan.
Digelar di area sekitar Pelabuhan Belawan, program tersebut memberikan peningkatan kompetensi ke komunitas tersebut. Dengan demikian, komunitas tersebut bisa memberdayakan masyarakat lainnya.
Adapun contoh yang kedua adalah program lingkungan. Ini adalah aktivitas pembersihan pantai yang melibatkan masyarakat. Juga, ada program Kampung Bersih, dan lain-lain.
Kemudian, Edi mencontohkan program TJSL yang disinkronkan dengan aspek ESG. Satu di antara TJSL tersebut adalah program pengurangan emisi karbon dan gas buang. “Dalam hal itu, kami mengadakan elektrifikasi alat bongkar muat, panel surya, dan lain-lain,” Edi menjelaskan.
TJSL Pelindo Multi Terminal pun mengimplementasikan program penanganan limbah. Contohnya adalah program pemilahan sampah, program pengelolaan instalasi IPAL terpadu di pelabuhan kelolaan Pelindo Multi Terminal, dan lain-lain.
