Jakarta, TopBusiness – PT Semen Padang dalam menjalankan kebijakan dan strategi CSR yaitu mereduksi dan menekan pemanasan global guna mencapai net zero emission (NZE) dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Dalam konteks itu, perusahaan melakukan penanaman pohon kaliandra sebanyak 10.000 pohon dengan área mencapai 300 hektar, 80.000 pohon kopi robusta di kawasan hutan, dan bahkan berhasil melakukan revitalisasi kepunahan ikan bilih di Danau Singkarak yang merupakan sebagai ikan endemik yang sangat dilindungi oleh badan dunia.
Ditegaskan Kepala Unit CSR Dedi M Sidiq, Semen Padang terus membangun bisnisnya sejalan dengan tanggung-jawab sosial. “Program yang kami bangun pun langsung melibatkan masyarakat luas yang mendapatkan kebermanfaatan langsung dan ekonomi masyarakat pun turut terdongkrak dan lingkungan hidup semakin bersih pula”, tegas Dedi kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2024 melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Kamis (2/5/2024).
Tampa hadir dan terlihat di layar monitor rapat zoom, tim CSR yaitu Edi Fahrizal, Alfred Rusli, dan Dion Wiyasta Perdana.
Sekelumit sukses manajemen Semen Padang terhadap kinerja bisnisnya juga mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Ini berkat kepedulian perusahaan BUMN ini membangun CSR, ESG, dan mendukung program SDGs. Implementasinya, TJSL yang langsung menyentuh perekonomian masayarakat lokal di sekitar operasional tambang dan pabrik semen.
Dikatakan Dedi, dalam rangka menekan efek rumah kaca dan menekan NZE, beberapa program apik yang diinisiasi Semen Padang yaitu melakukan penanaman pohon kaliandara sebanyak 10.000 pohon dengan target penyerapan kabon dioksida (CO2) sebesar 7.000 ton hingga tahun 2032.
“Dalam penanaman pohon kaliandra, ini Semen Padang langsung melibatkan langsung masyarakat luas. Semen Padang menyediakan bibit pohon kaliandara, dan masyarakat yang melakukan perawatan hingga sampai panen langsung disetorkan kepada Semen Padang,” ucap Dedi.
Adapun keunggulan pohon kaliandra, pertumbuhannnya sangat cepat, tanpa melakukan perawatan khusus dan bisa panen pertama setelah 1 tahun dan panen ke dua bisa 6 bulan berikutnya.
Selain, perusahaan juga menanam kopi robusta di lahan 300 hektar di hutan masyarakat. “Hingga saat ini, sudah tertanami sebanyak 12.000 batang dengan target penyerapan C02 dikisaran 7.000 ton,” imbuh Dedi.
Tak terkecuali, dilanjutkan Dedi, Semen Padang berhasil melakukan revitalisasi ikan bilih dari kepunahannya di area Danau Singkarak. “Ikan bilih ini merupakan ikan khas di sekitar Danau Singkarak di Wilayah Solok,” tutur dia.
Program revitalisasi ikan bilih menjadi program unggulan yang merupakan tugas dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat yang di mulai tahun 2019-2025. Dengan tahapan, 2018-2019 kajian awal, 2020 pemijahan, 2022 regulasi perlindungan, 2024-2025 kemandirian masyarakat untuk budidaya ikan bilih.
“Manfaat program ini menghindari kepunahan ikan bilih endemik Sumatra Barat. Terjaganya ekosistem Danau Singkarak, tentunya bagi masyarakat dapat mempertahankan mata pencarian utama masyarakat sebagai nelayan, merubah perilaku dan pengetahuan kelompok nelayan yang ramah lingkungan, dan peningkatan pendapatan kelompok nelayan sebesar Rp4,5 juta per orang per bulan,” papar Dedi.
Ditambahkan, program eco inovasi juga dilakukan Semen Padang yaitu nabuang sarok atau nabung sampah. Ini program yang digelontorkan kepada masyarakat untuk melakukan penyetoran sampah organik kepada Semen Padang. Juga program pembangunan PLTMH, ini merupakan program dalam rangka menekan NZE menuju pembangkit listrik EBT.
Foto: semenpadang.co.id
