Jakarta, TopBusiness—PT Danareksa (Persero) mengimplementasikan strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan via program TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) atau pun program CSR (corporate social responsibility).
“Kami mendukung dan mengadopsi spirit keuangan berkelanjutan yang dijalankan dan memerhatikan aspek ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary dan CSR Danareksa, Agus Widjaja, hari ini, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Agus menambahkan bahwa program TJSL/CSR tersebut paralel dengan program prioritas pemegang saham, serta paralel dengan bisnis Danareksa.
Itu pun merupakan program TJSL/CSR dengan konsep kolaborasi secara holding dan CSV. Sehingga, program tersebut lebih terukur dan mandiri. Serta ada kolaborasi antar-anggota holding Danareksa, atau pun dengan BUMN lainnya.
Agus, selanjutnya, mencontohkan inisiatif-inisiatif CSR di Danareksa, yang mendukung strategi bisnis berkelanjutan. Yang pertama, adalah program pengembangan UMK (ekonomi). Di situ, ada bantuan sertifikasi halal kepada UKM binaan; pelatihan badan hukum dan merek; pelatihan keuangan dan pemasaran digital untuk UMK perempuan disabilitas.
Kedua, program pendidikan. Di sini ada program literasi keuangan anak hasil sinergi dengan Balai Pustaka (anak perusahaan); Program Anjungan Bersama Holding BUMN hasil sinergi dengan Balai Pustaka.
Sedangkan yang ketiga adalah program lingkungan. Di sini, ada Program Tanam Pohon Holding BUMN Danareksa; program aksi lingkungan karyawan tukar botol plastik dengan tanaman.
Dalam presentasi tersebut, Agus Widjaja pun menjelaskan bahwa CSR di Danareksa telah mengadopsi ISO 26000 SR. “Jadi, dalam hal ini, ada kebijakan/program perusahaan dan CSR, yang terhubung dengan subyek inti/klausa di ISO 26000 SR,” Agus menjelaskan lagi.
Satu contoh nyata dalam hal itu adalah program CSR tanam pohon dan aksi peduli lingkungan karyawan. Program ini terkait dengan subyek inti/klausa ‘lingkungan’, di ISO 26000 SR.
Wujud konkret program tersebut, antara lain, adalah program penanaman pohon produktif di Sragen (Jawa Tengah), dan Program Olah Sampah Bersama Holding BUMN Danareksa.
