TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Dia Program CSR Unggulan PT Laskar Semesta Alam

Fauzi
8 May 2024 | 16:17
rubrik: CSR, Event
Ini Dia Program CSR Unggulan PT Laskar Semesta Alam

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — ‘Pengolahan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot’ menjadi program CSR unggulan PT Laskar Semesta Alam (LSA). Hal ini terungkap setelah PT Laskar Semesta Alam yang diwakili Heriansyah dari CSR Section di perusahaan, memaparkannya pada sesi penjurian TOP CSR Awards 2024 yang digelar secara virtual pada Kamis (2/5/2024) lalu.

PT LSA sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batubara. Sebagaimana dikatakan Heriansyah, perusahaan ini menjalani aktivitas usaha mulai dari Pengupasan (OB Removal), kemudian melakukan Penggalian (Coal Getting) dan Pengangkutan ke Stockpile (Hauling), kemudian proses selanjutnya akan diliimpahkan ke SBU PT Adaro Indonesia.

Sebagai perusahaan tambang, LSA mengusung strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja operasional secara konsisten dan berkelanjutan, untuk mendukung langkah-langkah strategis perusahaan dalam upaya persiapan menuju Transformasi Perusahaan Green Energy.

“Kita (merupakan) bagian dari Adaro (yang) memiliki tiga pilar, mulai dari pilar energi, kemudian ada pilar mineral, dan pilar green. Jadi, Laskar Alam Semesta ini ada (di) pilar energi, mulai dari batubara, pembangkit listrik tenaga uap dan lain-lainnya,” ungkap Heriansyah.

Sejalan dengan hal di atas, dalam rangka mendukung strategi bisnis berkelanjutan memiliki rumusan tujuan pengelolaan tanggung jawab sosial dengan menyusun perencanaan program Kemandirian Ekonomi masyarakat secara komperhensif, yang disesuaikan dengan potensi dan perencanaan Desa (RPJMDes) dan searah dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPJMD) sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian Masyarakat menuju persiapan Rencana Pasca tambang Perusahaan.

“Jadi yang kita lakukan untuk kegiatan CSR ujungnya adalah untuk mempersiapkan rencana pasca tambang beberapa tahun kemudian,” jelas Heriansyah.

Program CSR Unggulan

Nah, seperti diungkap di atas LSA memiliki program CSR bernama ‘Pengolahan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot’. Secara tegas disebutkan bahwa program ini dijalankan untuk mendukung strategi bisnis berkelanjutan.

BACA JUGA:   Mang Jasri, Upaya PLN NP Muara Karang Dukung Bisnis Berkelanjutan

Dalam paparannya Heriansyah mengatakan bahwa perluasan wilayah operasional untuk meningkatkan produksi perusahaan, berakibat kepada adanya pergeseran mata pencarian di masyarakat. Sehingga, lanjut Heriansyah, perusahaan berupaya untuk menciptakan alternatif-alternatif usaha dalam mendorong peningkatan kemandirian masyarakat berbasis pengembangan ekonomi kreatif, perdagangan, dan lain-lain.

“Jadi salah satu yang kita ajukan itu adalah maggot, ini bagian dari ekonomi kreatif, di mana dari lingkungan itu menuju ke ekonomi,” ujarnya.

Secara umum sebelum melaksanakan program CSR, LSA juga telah melakukan pemetaan dampak terhadap para pemangku kepentingan melalui kegiatan diskusi Stakeholder. Hal ini dilakukan untuk membuat suatu rancangan program yang disesuaikan dengan kondisi Ekonomi, social dan lingkungan di sekitar wilayah Ring Operasional Perusahaan, dalam Dokumen RIPPM (Rencana induk pengembangan dan pembedayaan masyarkat)

“Kita secara tahunan atau lima tahunan kita mengadakan stakeholder mapping melalui diskusi stakeholder yang disesuaikan dengan rencana program, yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kemudian dari hasil pertemuan itu kita masukkan ke dalam dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang menjadi acuan kita dalam pelaksanaan kegiatan CSR satu tahun maupun sampai lima tahun ke depan,” ujarnya.

Adapun berkaitan dengan rencana pasca tambang, seperti apa pengembangannya, hal itu disebut merujuk kepada Rencana Pembangunan Daerah dan Desa, baik itu RPJMD maupun RPJP. Kemudian rencana pengembangan desa.

“Kemudian kita masuk ke program, setelah itu kita melakukan monitoring dan evaluasi. Di mana kita menginginkan dari monitoring dan evaluasi ini kita menginginkan acuntability terhadap kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat maupun sustainability-nya,” kata Heriansyah.

Kemudian untuk adopsi terhadap ISO 26000 SR, secara keseluruhan perusahaan disebut menginginkan adanya hubungan yang baik dan terhadap finansial.

BACA JUGA:   TOP CSR Awards 2025 Siap Digelar, Catat Jadwalnya!

“Jadi terkait dengan ISO 26000 ini kita meng-adopt, atau mengikuti misalnya yang pertama tata kelola organisasi kita menerapkan Good Corporate Governance. Kemudian yang kedua hak asasi manusia kita menerapkan nilai-nilai IMOR (Integrity, Meritocracy, Openness, Respect) pada perusahaan. Kemudian yang ketiga pada praktik kerjanya kita ada AZAM (Adaro Zero accident mindset). Kemudian keempat Praktik Pengoperasian yang Adil, kita Menerapkan Good Mining Practices (GMP).”

“Kelima  Pengembangan dan Keterlibatan Komunitas kita Menerapkan prinsip inklusi dan Holistic dalam setiap program PPM. Keenam lingkungan, kita menyiapkan perencanaan pasca tambang, terkait dengan persiapan-persiapan lingkungan dan jug akegiatan yang berhubungan dengan isu strategi nasional misalnya program O-Clean. Ketujuh, permasalahan Konsumen kita memiliki memiliki pertemuan rutin dgn customers utk business review, serta ada external audit dari customer (better coal),” tandas Heriansyah.

Kembali ke program CSR yang dijalankan perusahaan, yakni Pengolahan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot. Dikatakan Heriansyah, dalam program ini, proses pengumpulan sampah sumbernya dari perusahaan para grup (perusahaan) itu sendiri. Selain itu, juga ada mitra yang menyumbangkan untuk sampah organiknya, lalu sampah desa itu sendiri serta ada lokasi warung yang menjadi sumber sampah yang diolah oleh kelompok budi daya maggot. Untuk pemilahan sampah tersebut dilakukan oleh kelompok desa, yakni TPS 3R Bina Bersama.

“Kemudian pengelolaan maggotnya (hingga) menghasilkan kasgot dan lain-lainnya itu juga diolah semua TPS 3R Bina Bersama. Kemudian produknya kita beli. Jadi, secara role modelnya dari kita sampahnya, kemudian kita beli kembali untuk digunakan kasgot itu atau pupuk organik itu untuk membantu penanaman di sekitar masyarakat,” jelas Heriansyah.

Program Pengolahan Sampah melalui Budi Daya Maggot merupakan program inisiasi yang dijalankan perusahaan untuk membantu pemerintah kabupaten Balangan terhadap permasalahan sampah di daerah yang terus meningkat, dikarenakan suplay sampah dari semua sumber, khususnya adanya supplay sampah dari Perusahaan dan Masyarakat sekitar perusahaan.

BACA JUGA:   Program CSR Unggulan MPM Group, Life Skill Training Centre dan Mitra Olah Sampah

Program CSR LSA pada pengelolaan sampah yang ada, yakni melalui proses 3R (reduce, reuse, dan recycle) pada sampah organik ini dapat membantu menurunkan supply sampah organik ke TPA, dan memanfaatkan kembali sampah organik yang telah dikelola untuk budidaya maggot menjadi Pupuk Organik untuk digunakan kembali pada proses pembibitan di Nursery.

Adapun keterkaitan dengan bisnis berkelanjutan dengan program CSR yang dijalankan LSA telah membangun image perusahaan dalam mendukung program pemerintah; kemudian pemanfaatan sampah organic dari perusahaan dan mitra; Persiapan Program Pasca Tambang (support kebutuhan reklamasi).

Berkaitan dengan inovasi dari Program CSR Unggulan yang dijalankan yakni pengolahan sampah Organik Melalui Budidaya Maggot. Disebutkan bahwa pengolahan sampah organik dengan budidaya Black Soldier Fly (Maggot) merupakan salah satu program Lingkungan yang dijalankan Perusahaan dikarenakan mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi, jika pengolahan sampah organik dijalankan secara berlanjut dan konsisten.

Juga Maggot dapat dijadikan pengganti Meat Bone Meal (MBM) yang digunakan untuk bahan penyusun pakan unggas, ikan, dan lainnya. Dengan Budidaya maggot yang baik dan benar akan meningkatkan produksi maggot sehingga dapat mendukung produksi pakan ternak secara mandiri.

Melalui kegiatan kedai reka matching fund tahun 2023, kolaborasi dilakukan PT. Laskar Semesta Alam dan tim ahli peternakan IPB University telah melaksanakan transfer teknologi dan pendampingan budidaya maggot, sehingga mempunyai beberapa Produk turunan yang dihasilkan, yaitu :

  • Maggot: pupa, maggot kering dan maggot basah (tata Kelola dan produksi maggot).
  • Pupuk Organik: sisa sampah organic kering (media budidaya magot).
  • Pakan Ikan.

Editor: Busthomi

Tags: PT Laskar Semesta AlamTOP CSR Awards 2024
Previous Post

Pertalite Masih Disalurkan oleh Pertamina Patra Niaga

Next Post

Jelang Cuti Bersama, Indeks Terkoreksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR