TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berikut, Pedoman Membangun Rumah Anti-Banjir

Achmad Adhito
16 May 2024 | 16:07
rubrik: Business Info
Menteri PUPR: Ketatkan K3 Proyek Konstruksi

Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Risiko dan dampak banjir bisa dikurangi dengan mempersiapkan bangunan rumah yang siap menghadapi banjir. 

“Bagi Anda yang berencana membangun rumah di kawasan rawan banjir, penting untuk mengadopsi strategi preventif dalam konstruksi rumah untuk meminimalkan risiko dan dampak banjir,” kata Georgi Ferdwindra Putra, Co-CEO dan Co-Founder Gravel, dalam keterangan yang diterima Majalah TopBusiness, hari ini.

Antisipasi terbaiknya adalah mempersiapkan hunian yang tangguh menghadapi bencana tersebut.  Dengan demikian, risiko banjir yang menimbulkan kerugian material yang signifikan dan mengganggu aktivitas dapat diantisipasi jauh sebelumnya. 

“Langkah pertama yang krusial adalah mencari tahu riwayat banjir dan pola curah hujan di wilayah Anda. Ini akan membantu Anda memahami seberapa besar risiko banjir yang mungkin terjadi dan langkah apa saja yang perlu diambil untuk melindungi rumah Anda,” kata dia.

Dengan memahami kondisi lingkungan saat hujan, seseorang dapat mengambil langkah-langkah preventif berikutnya, yaitu merancang pembangunan rumah yang dapat membantu melindungi rumah dari berbagai dampak banjir.

Georgi lantas merumuskan 5 hal penting dalam membuat rumah anti-banjir. Pertama, tinggikan pondasi. Lantai rumah yang lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar 40-50 cm dapat mencegah air masuk saat banjir.

Kedua, sistem drainase satu arah. Pasanglah sistem drainase yang efektif dengan katup satu arah agar air tidak kembali masuk ke rumah. Pastikan juga saluran pembuangan, septic tank, dan instalasi listrik berada di area yang aman dari banjir.

Ketiga, buatlah resapan air. Area resapan air di sekitar rumah berfungsi sebagai penampungan alami yang membantu mengurangi risiko banjir.
Yang keempat, pilih material tahan air. Gunakan material bangunan seperti beton atau bata tahan air untuk mengurangi kerusakan akibat banjir. Desain atap yang mampu mengalirkan air dengan cepat juga penting.

BACA JUGA:   Agar Rumah Tahan Gempa, Cek 7 Hal Ini

Kelima, gunakan teknologi modern. Pertimbangkan penggunaan pintu anti banjir, sistem pompa air, dan material tahan korosi untuk perlindungan ekstra terhadap ancaman banjir.

Konsep desain rumah anti-banjir sebenarnya bukanlah hal baru. Di Indonesia, banyak daerah yang sudah menerapkannya sejak dahulu kala, contohnya seperti rumah panggung atau rumah berkonsep double decker yang kini menjadi bagian dari hunian mewah di kawasan Selatan Jakarta. 

Begitu pun di luar negeri, di Eropa pun juga menerapkan konsep rumah anti-banjir dengan memanfaatkan bahan bangunan atau material tahan lama, seperti bata dan beton telah terbukti efektif dalam menghadapi berbagai kondisi cuaca ekstrem, termasuk banjir. “Sementara itu, di Jepang, konsep rumah logam yang menggabungkan beton dengan lapisan logam solid menjadi pilihan populer karena kemampuannya dalam menjaga stabilitas rumah saat terjadi pergerakan tanah atau banjir,” kata dia.

Tags: gravelrumah anti banjir
Previous Post

Hutama Karya Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Tanah Longsor

Next Post

Taipei, Kota Cerdas yang Berkelanjutan Bawa Peluang Bisnis Hijau ke Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR