TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

MSI Institute Gelar Pelatihan Sustainable Livelihood Approach (SLA), Para Peserta Sangat Antusias

Busthomi
17 May 2024 | 10:25
rubrik: CSR, Event
MSI Institute Gelar Pelatihan Sustainable Livelihood Approach (SLA), Para Peserta Sangat Antusias

FOTO: Rendy/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – MSI Institute, unit bisnis di bawah PT Madani Solusi Internasional (MSI Group), untuk tahun ini kembali menggelar Pelatihan di bidang Corporate Social Responsibility (CSR) untuk kalangan profesional. Kali ini mengusung tema ‘Metode Sustainable Livelihood Approach (SLA) dalam Community Development’.   

Pelatihan SLA tersebut digelar selama dua hari, Rabu-Kamis, 15-16 Mei 2024 di Hotel Kristal, Jakarta Selatan, dengan diikuti 13 peserta professional di bidangnya yang berasal dari banyak Perusahaan BUMN maupun swasta. Beberapa Perusahaan tersebut adalah PT Pertamina Maintenance & Construction, PT Transportasi Gas Indonesia, PT Arutmin Indonesia, PT Pupuk Kujang, BSI Maslahat, PT Hutama Karya (Persero), dan lainnya.

Bahkan beberapa profesional yang hadir itu sangat beragam. Mulai dari staf CSR dan Comdev hingga dari level top manajemen, seperti Direktur juga hadir. Mereka sangat tergugah untuk mengetahui secara detail terkait dengan implementasi SLA ini. Dan hal tersebut sangat tergambar dari proses diskusi yang begitu sengit dan hangat.

Pelatihan SLA menghadirkan pemateri dari praktisi langsung yang levelnya nasional, Anis J. Boesra atau yang familiar dengan sebutan AJ. Boesra. Dia sendiri memang pakar di bidang SLA ini dan sudah sejak lama menggeluti keilmuan ini, antara lain pernah melakukan pengkajian dan pembinaan SLA Desa Cewerpe, Fakfak, Papua Barat, 2012 lalu.

FOTO: Rendy/TopBusiness

Materi pelatihan ini sangat detail dan komprehensif dibahas dalam dua hari. Beberapa materi yang disampaikan adalah Paradigma Pembangunan (Sustainable Development Goals, Prinsip Good Governance), Konsep SLA Sebagai Alat Analisa Sosial (Lima Model Penghidupan, Kerentanan Alam dan Perubahan Struktur Politik), Metode Penggalian Data (Menyusun Ukuran Modal Penghidupan, Penilaian Kapasitas Modal Penghidupan), Prinsip Partisipasi/PRA (Alat-alat Metode Partisipasi), Analisa Masalah (Menyusun Profil dan Menemukan Masalah, Pohon Masalah dan Akar Masalah), Rencana Strategis (Menyusun Kerangka Kerja yang Logis/LFA, Analisa SWOT, Rencana Program), serta Monitor, Evaluasi dan Pembelajaran (Evaluasi Keseluruhan Materi Pelatihan, dll).

BACA JUGA:   BSI dan BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur di Subang

Pembahasan sengit juga terjadi saat mengupas materi terkait Analisa Penghidupan Materi. Di sini, AJ membahas terkait Modal Alam, Modal Manusia, Modal Sosial, Modal Dana, dan Modal Fisik. Bahkan pembahasan ini sampai larut melewati jam istirahat di hari itu.

Kata AJ, dengan mengetahui Analisa Penghidupan Materi itu, maka strategi penghidupannya itu  bagaimana rumah tangga atau kelompok masyarakat itu mampu menggabungkan kegiatan yang menghasilkan pendapatan dengan cara menggunakan Aset/Modal untuk investasi, dan bagaimana mereka mengelolanya untuk melestarikan aset dan meningkatkan (dan mempertahankan) pendapatan yang ada.

“Jadi, dalam SLA ini, perlu mengetahui pedoman pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Seperti mengembangkan prakarsa dan aspirasi masyarakat dalam pembangunan desa, meningkatkan swadaya dan gotong royong masyarakat, mengkonsolidasikan kepentingan bersama, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sesuai kewenangan berdasarkan asal-usul dan kewenangan lokal Bersama. Sehingga dapat diketahui tujuan menyusun RPJM-nya itu untuk pemberdayaan desa, pembangunan desa berkelanjutan (SDG’s Desa), dan kemandirian desa,” papar AJ.

FOTO: TopBusiness

Melalui pelatihan yang penting ini, AJ mengatakan, keberhasilan program SLA ini tak kepas dari peran besar bagian Comdev. Dan dalam proses community development ini, kata dia, terdapat empat prinsip partisipasi yang umumnya diakui: pertama, Partisipasi transformative yaitu mendorong perubahan struktural yang mendalam dalam masyarakat melalui partisipasi aktif dari semua anggota masyarakat.

Lalu, Partisipasi reformatif, berupa fokus pada perubahan yang lebih terbatas dan spesifik dalam struktur atau proses tertentu dalam masyarakat, sering kali melalui kolaborasi antara berbagai pihak. Kemudian, Partisipasi karikatif, ini lebih menekankan pada pemberdayaan individu atau kelompok tertentu dalam masyarakat untuk meningkatkan kondisi mereka sendiri, tanpa perubahan struktural yang  luas.

BACA JUGA:   Program CSR Insight IM Sabet Penghargaan BISRA 2023

“Dan terakhir, Partisipasi inklusif berupa memastikan bahwa semua anggota masyarakat memiliki kesempatan dan akses yang sama untuk berpartisipasi dalam proses pengembangan masyarakat, tanpa diskriminasi atau eksklusi,” AJ menjelaskan.

Selama dua hari ini, para peserta tersebut begitu antusias menyimak satu demi satu sesi materi yang disampaikan. Bahkan mereka juga sangat bergembira ketika diminta untuk menyampaikan permasalahahannya di materi Analisa Masalah. Ternyata para peserta ini langsung membuat semua pohon dan akar masalah yang dihadapi mereka selama ini dan ditempelkan di dinding ruangan acara pelatihan itu. “Pelatihan ini sangat penting, tak cukup dua hari. Bisa berhari-hari ini,” celetuk salah satu peserta, kala itu.

FOTO: Rendy/TopBusiness

Respon Peserta

Beberapa peserta yang dimintai masukannya kala ditemui di sela-sela pelatihan itu juga sepakat berkat pelatihan SLA ini telah menambah insight baru mereka. Mereka menjadi lebih paham terkait filosofi pentingnya pengembangan program SLA agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat desa yang ditujunya itu.

Rusdi Musa Ishak, selaku Direktur BSI Maslahat yang menjadi salah satu dari peserta pelatihan itu mengucapkan rasa syukurnya bisa mengikuti pelatihan yang sangat penting tersebut. “Alhamdulillah, kami ada kesempatan ikut pelatihan dari MSI Institute yang luar biasa ini. Apa yang saya dapat ini jadi insight baru bagi kami,” sebut Rusdi.

Alasannya, urai dia, pertama, karena ini pematerinya sangat luar biasa. Dia praktisi langsung dan tidak hanya memberikan sekadar teori, tapi juga memberikan apa yang sudah dikerjakannya, pengalamannya di lapangan. Lalu, alasan kedua, terkait content materinya ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Dan ketiga, dari segi delivery-nya juga sangat bagus. “Dan saya berharap program ini berlanjut lagi untuk ke depannya dan banyak orang yang terinspirasi dengan ada program (pelatihan SLA) ini,” ungkap dia.

BACA JUGA:   Ikut Tekan Angka Stunting, CKB Logistics Luncurkan Program CSR Bunda Pas
FOTO: Rendy/TopBusiness

Dan bagi BSI Maslahat sendiri, program SLA ini, kata dia, usai dirinya mengikuti pelatihan tersebut ke depan diharapkan akan diterapkan program SLA secara ideal, sesuai keilmuan dan berdaasr kebutuhan Masyarakat di desa-desa itu.

Sejauh ini, kata dia, BSI sendiri memiliki 20 desa yang dibina dalam menggelar program CSR-nya. Dan setiap tahunnya akan ada penambahan sebanyak 3-4 desa. “Dan otomatis untuk desa baru yang akan kita implementasikan di tahun ini, saya sudah  minta di tahun ini ada program SLA yang dijalankan sesuai secara konsep dan kaidah yang ada,” katanya.

Senada, Bibin Sudrajat, Staf Pratama 1 Program TJSL Pupuk Kujang mengatakan, “Kesan saya mengikuti pelatihan SLA ini sangat membantu kami dalam menjalankan tugas sehari-hari kami sebagai Comdev.”

“Dan kami semakin mengerti dan ini (pelatihan) menambah wawasan tentang SLA ini. Karena ini sesuai dengan visi dan misi Perusahaan dalam mewujudkan pembangunan nasional. Juga terkait peran kami terhadap masyarakat di sekitar pabrik atau di lingkungan Perusahaan,” ujar Bibin.

Tags: MSI Institutepelatihan MSI GroupPelatihan SLAprogram csr
Previous Post

AAJI Dorong Sinergi Pemangku Kepentingan Hadapi Era Digital dan Inovasi Manajemen Risiko

Next Post

Bidik Pembiayaan Otomotif, Akulaku Finance Gandeng Wuling

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR