TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Tulungagung Nilai Implementasi GCG merupakan Hal Fundamental

Agus Haryanto
10 June 2024 | 17:10
rubrik: Event
Bank Tulungagung Nilai Implementasi GCG merupakan Hal Fundamental

Jakarta, TopBusiness – PT Bank BPR Tulungagung (Perseroda) atau Bank Tulungagung menilai penerapan good corporate governance (GCG) merupakan hal yang fundamental. Alasannya, ini merupakan kunci kesuksesan bagi perusahaan agar terus tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing di industri perbankan.

“Hal-hal penting lainnya yang terkait implementasi GCG bahwa dalam implementasi GCG merupakan hal yang fundamental untuk mewujudkan prestasi kerja di setiap lini. Hal ini menjadi salah satu kunci kesuksesan untuk dapat terus tumbuh, berkembang dan menguntungkan secara jangka panjang,” kata Direktur Utama Bank Tulungagung Suhermin, saat pemaparan materi presentasi di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2024, yang berlangsung melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Senin (10/6/2024).

Dalam pemaparan materi presentasi berjudul TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN MELALUI PENERAPAN GRC, ESG dan SDGs MENYONGSONG MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN, orang nomor satu di Bank Tulungagung menjelaskan soal penerapan GCG.

“Penerapan GCG, antara lain, di saat pemilihan pengurus PT BPR Bank Tulungagung baik direksi maupun komisaris dilaksanakan oleh tim seleksi independen yang dilakukan di Pemda dan  dilakukan secara terbuka sesuai dengan ketentuan Permendagri ataupun sesuai dengan Perda yang berlaku,” kata dia.

Kemudian, pengisian jabatan dalam struktur organisasi PT BPR Bank Tulungagung selalu memperhitungkan kelayakan dan kemampuan sesuai kebutuhan serta prestasi yang dimiliki. “Contoh untuk promosi jabatan. Itu kita ada tiga asesmen yaitu asesmen pertama, penilaian kinerja dari bagian kepatuhan. Selanjutnya, ada asesmen dari psikologi. Yang ketiga, itu ada tes untuk promosi jabatan. Jadi ada tiga tahapan,” papar Suhermin.

Selain yang terpenting adalah ikhtiar dari Bank Tulungagung untuk terus-menerus menciptakan kinerja sumber daya manusia (SDM). “Selalu mengedepankan peningkatan mutu SDM melalui pelatihan dan studi komparasi serta sosialisasi secara berkelanjutan,” kata dia.

BACA JUGA:   Hutama Karya Group Borong Penghargaan CSR di 2021

Dalam konteks implementasi GCG, maka wajar apabila Bank Tulungagung memiliki skor GCG berkategori SEHAT.

Menurut Suhermin, skor GCG sepanjang dua tahun terakhir berkategori baik. Secara lebih rinci, tahun 2022, Bank Tulungagung memperoleh skor 2,1 dengan assessor dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan keterangan baik. Selanjutnya di tahun 2023, skor diraih sebesar 2, assessor juga dari pihak OJK dengan keterangan baik.

Dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik alias GCG, Bank Tulungagung mengacu pada regulasi eksternal yang menjadi dasar atau syarat yakni POJK No. 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Pekreditan Rakyat dan SEOJK No. 5/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Pekreditan Rakyat.

Sementara turunan dari POJK, perusahaan menetapkan sejumlah peraturan dan sistem kebijakannya. Pertama, peraturan perusahaan dengan nomor Kep.568/07/31.04/2023 tentang Peraturan Perusahaan. Dampak bagi perusahaan ialah menciptakan budaya tertib dan disiplin kerja serta mencegah pelanggaran hukum demi keberlangsungan operasional perusahaan.

Kedua, SK Direksi No. 580/11/51.03/2023 tentang Ketentuan Kegiatan Pelayanan Kas. Dampaknya bagi perusahaan yakni mewujudkan budaya tata kelola yang terintegarasi dan memberikan kepastian dalam menjalankan kegiatan pelayanan di jaringan kantor kas.

Ketiga, SK Direksi No. 580/26/51.03/2023 tentang Penetapan Batas Wewenang Survei, Memutus Kredit dan Kuasa Penandatanganan Perjanjian Kredit. Dampak bagi perusahaan adalah menjaga kelancaran dan efektivitas dalam pemberian fasilitas kredit kepada nasabah.

Previous Post

Indeks di Sesi Penutupan Turun

Next Post

Menteri Basuki Bahas Energi Hijau, Mobilitas dan Lalu Lintas Cerdas Berbasis AI untuk IKN dengan Sergek Projects

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR